RSS

Sebelas September Dua Ribu Tiga Belas: Hari Inspirasi

27 Oct

Pukul 6 lewat 30 menit, diantar Bapak, saya menuju SDN Karang Tengah 1. Siap gak siap, siapin! :lol:. Rasanya kayak balik ke 10 tahun lalu saat hari pertama masuk SD *umpetin KTP*. Ditambah pula si Bapak waktu di gerbang sekolah bilang “berani sendirian kan? gak usah ditungguin? Jangan nangis ya kalo dinakalin temennya” :’D, GIMANA GAK TAMBAH NERVOUS ATUH LAH PAAAK! Kami dipinjami ruang guru untuk dijadikan markas darurat. Oya, karena ruangannya terbatas, ruang guru dan ruang Kepala Sekolah berada dalam satu ruangan dan cuma disekat dengan lemari. Ruang guru juga hanya berisi sebuah meja besar plus beberapa kursi dan hari itu semuanya kami kuasai, duh maaf yah bapak ibu guru terpaksa mengungsi (entah kemana) *salim*

Pengumuman KI - SDN Karang Tengah 1

Woro2 tentang Kelas Inspirasi di ruang guru

Sesuai pengumuman di atas, pukul 7 bel yang sumpah bunyinya annoying banget berbunyi dan murid-murid dibariskan di lapangan untuk perkenalan singkat. YA AMPOOON ITU RASANYA UDAH MAU PINGSAN MAMAAAAA… 😆 😆 😆 Ya, di sini lah (ternyata) puncak segala dag dig duer hore yang dimulai dari 2 minggu sebelumnya ini. Bukan di depan kelas, tapi di pinggir lapangan saat pertama kalinya berhadapan dengan wajah bocah-bocah itu pada hari H *tsaaah*. Dibuka oleh ibu guru yang menjelaskan bahwa hari ini ada yang beda lhooo kemudian bergantian kami memperkenalkan diri.

Upacara perkenalan

Upacara pembukaan sekaligus perkenalan

Halo adek-adek, pekerjaan kakak adalah... Tukang Obat Keliling

Halo adek-adek, nama kakak Ambar, pekerjaan kakak adalah…

Dan saya memperkenalkan profesi saya sebagai……Tukang Obat Keliling 😆

Setelah kehabisan akal dan waktu untuk mikir bagaimana menjelaskan profesi saya sebagai Monitoring and Evaluation officer di suatu project yang didanai oleh donor asing tapi dijalankan oleh kementerian, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjelaskan dari pendidikan dan sekaligus profesi saya sebelumnya, yaitu Apoteker :lol:. Baru lah kemudian saya akan bercerita bagaimana sih ilmu apoteker ini masih sedikit berguna di pekerjaan saya dimana saya kadang harus bepergian ke daerah….nah jadi lah Tukang Obat Keliling! 😆 Hari ini saya akan mengajar Alhamdulillah, puji Tuhan, segenap dewa-dewi dan alam semesta sehingga saya tidak kebagian di kelas 1 kelas 5A, 5B di sesi pagi lalu 1 kelas lagi di sore, kelas 3B. Waktu untuk masing-masing kelas adalah 1 jam. Saya langsung bertugas di jam pertama.

Walaupun mengajar anak usia SD bukan lah hal baru bagi saya, tapi berdiri di depan kelas berhadapan dengan 40 pasang mata yang menatap penasaran….terbanglah semua Lesson Plan *dadah2*. Setuju sekali dengan yang pak Hikmat, executive director Indonesia Mengajar, bilang: kalau sudah di depan kelas BOMBER-B, B pertama itu bukan BANG tapi BLANK!! 😆 Untunglah saat briefing kami diajari satu “jurus” yang bernama Power Woosh! Idenya, gimmick itu adalah untuk memberikan semangat/apresiasi, kami menyebut power woosh kami sebagai Superman Woosh and it went like:

Me: Adik-adik kalau kakak bilang JAGOAN SDN KARANG TENGAH 1! kalian semua berdiri, tangan kalian posisinya seperti Superman yang sedang terbang dan teriak kencang2 “TETERET TEREEEEEEEEEET” lalu “WOOOOOSH!” sambil kalian seperti melempar bola ke kakak yaaaa…

WOOOOOOOSSSSHHHH!!!

WOOOOOOOSSSSHHHH!!!

Jurus yang ternyata ampuh beneran untuk menyuntikkan energi, mencairkan suasana, mengulur waktu untuk berpikir dan pastinya menghilangkan nervous! 😆 Dan selanjutnya saat gantian anak-anak itu memperkenalkan diri dan cita-citanya, semuanya sudah mengalir begitu saja 🙂 Seperti sudah diduga, cita-cita anak-anak itu sebagian besar adalah dokter dan pemain bola….dan tidak ada satu pun yang tau ada profesi yang namanya Apoteker 😆 😆 😆

Saya: Kalau kalian beli obat di mana???
Anak2: Dokteeeeeeeerrrr
Saya: Dokter yang periksa, tapi dokter gak boleh ngasih obat cuma boleh kasih resep. Nah resep dari dokter kan ditukar obat, yang ngasih obat siapa??
Anak2: Susteeeeeeeer
Saya: Pernah lihat ini kan? *tunjukkin gambar Apotek Century, Guardian, dsb”, tempat ini apa namanya???
Anak2: Apotiiiiiikkkk
Saya: Yang kerja di apotik disebut apa??
Anak2: Dokteeeeeeeerrrrr…Susteeeeeeerrrr….Tukang Obat kayak kakaaaaak (jawaban bervariasi – red)
Saya: *merasa salah karir*

Saya menggunakan media karton bergambar untuk mengajar, ceritanya sih supaya benar-benar menghayati bagaimana rasanya menjadi guru di SD Negeri alasan lainnya sih juga karena saya gak sempat untuk buat presentasi elektronik yang menarik, haha. Selain itu saya juga membawa beberapa contoh jenis obat yang (ternyata) masih jarang mereka lihat seperti lozenges, effervescent, kapsul lepas lambat, dan juaranya…..sirup kering! Gak ada yang percaya waktu saya bilang ada obat yang namanya sirup kering sampai mereka lihat sendiri penampakannya. 😆 😆 😆

Narsis Hore!! :P

Narsis Hore!! 😛

Saking asiknya saya tidak mendengar bel yang menandakan pergantian pengajar sudah berbunyi, tau-tau mbak Nila Tanzil yang di giliran berikutnya mengajar di kelas 5A ini juga sudah menunggu di depan pintu, yang berarti….serius sudah sejam?? Huaaaaa tidak terasa sama sekali!! :’). Saya punya waktu 1,5 jam sebelum giliran saya berikutnya di kelas 5B, waktu yang cukup untuk jajan cilok dari abang-abang AMIGOS (Agak Minggir Got Sedikit) di depan sekolah 😛

Setelah kelas perdana tadi, dua kelas berikutnya jadi lebih lancar tanpa beban dan kesulitan berarti *suombong*. Saya juga sempat membantu teman saya Tian yang menjelaskan pekerjaaannya sebagai Learning and Development Specialist dengan membuat Pelatihan Membuat Burung Bangau Kertas :D. Yaaah maklum fetish origami seperti saya ini gak bisa lihat kertas nganggur xD, apalagi sebenarnya saya juga sudah mempersiapkan sesi lipat melipat juga tapi waktunya gak memungkinkan.

Dari tulisan-tulisan para “alumni” Kelas Inspirasi yang sudah saya baca untuk menenangkan diri dan menguatkan hati untuk tidak menyatakan mundur saja  bisa ditarik kesimpulan bahwa saat berada di depan kelas walaupun sudah berbekal Lesson Plan semantap apapun, selalu expect the unexpected. Untungnya the unexpected saya tidak “seseram” pengalaman mereka yang muridnya ada yang menangis, terlalu hiperaktif atau justru terlalu pasif. No, the unexpected yang saya temui di kelas 5A ini adalah pertanyaan seperti “kakak dulu cita-citanya memang apoteker? kok bisa jadi apoteker?” atau “kakak, kata kakak semua orang harus punya cita-cita orang yang udah gede juga, jadi cita-cita kakak sekarang apa?” :D. Ada juga sih yang tonjok-tonjokan lucu di belakang kelas, tapi belum sampai ada yang menangis dan masih bisa didamaikan, jadi all iz well lah 😀

Tenggelam diantara keriaan bocah-bocah kelas 3 nan oenyoeee :*

Tenggelam diantara keriaan bocah-bocah kelas 3 nan oenyoeee :*

Di kelas terakhir, adik-adik menulis dan menempelkan cita-citanya di Pohon Cita-Cita. Filosofinya adalah di usia mereka ini saatnya mereka mulai menanam cita-cita yang disimbolkan dengan pohon dan memupuknya dengan rajin belajar hingga suatu saat nanti mereka akan memetik buahnya 🙂

Pohon Impian SD Karang Tengah 1

Pohon Impian SD Karang Tengah 1

Sebagai penutup, kami kembali berkumpul di lapangan. Rencana awalnya sih akan ada pelepasan balon tapi….ternyata susah ya cari tukang balon 😆 Diwaliki oleh mas Maskur kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah mengijinkan kami menginvasi kelasnya, dan pastinya juga kepada adik-adik yang telah bersedia mendengarkan kami seharian :P. Tidak lupa Superman WOOSH dan ramai-ramai meneriakkan tagline Kelas Inspirasi

Kelas Inspirasi…… Bangun mimpi anak Indonesia!!!!

Membangun mimpi anak Indonesia!!

Bangun mimpi anak Indonesia!!

Sampai jumpaaaaaaa....

Sampai jumpaaaaaaa….

I wish I could properly describe the twinkle on kids eyes that day. Binar mata penasaran melihat berbagai hal baru yang kami bawa, binar mata saat bercerita cita-cita mereka, saat menerima permen karena bisa menjawab pertanyaan, saat berfoto, dan…saat mereka bertanya “kak, kapan datang ngajar lagi?” :’)

CHEERS!

CHEERS!

Dan pastinya yang membuat Hari Inspirasi ini makin amazing, teman-teman jagoan kelompok 9 Kelas Inspirasi Tangerang!! Yang sampai tulisan ini dibuat, masih saja seruuu, semoga tidak ada lagi pundung2 diantara kita ya… :’) *internal*

Jagoan Kelompok 9 KI Tangerang!!

Jagoan Kelompok 9 KI Tangerang!!

Eh eh eh ini video Hari Inspirasi kami looooh.. 😀

Dan kalau video itu masih terlalu singkat untuk menggambarkan how we had so much fun on that day, here it is, the testimonials written from our very deepest heart *halah*

Testimonial Hari Inspirasi Kelompok 9_1

Testimonial Hari Inspirasi Kelompok 9_2

Dan selesai lah Hari Inspirasi, tapi apakah sudah sampai sini saja? Oh (ternyata) tidak. Beberapa hari sesudahnya seluruh relawan KI Tangerang, Bekasi dan Bogor diundang untuk mengikuti refleksi, semacam gathering untuk saling curcol, bernostalgia dan mengapresiasi satu hari spesial yang sudah berhasil kami lewati. Satu pertanyaan saat refleksi yang membuat saya benar-benar berpikir adalah “Jika anda memiliki anak, adik, atau keponakan yang berusia SD, maukah Anda memasukkan mereka ke SD tempat Anda menjadi volunteer di Hari Inspirasi kemarin? Mengapa?” Hmm..

Jawaban saya (dan seluruh teman-teman di kelompok refleksi saya) adalah tidak! Bukan bermaksud merendahkan, tapi saya terbayang kembali lapangan sempit yang untuk upacara saja harus bergantian, perpustakaan merangkap lab komputer dengan buku-buku alakadarnya yang entah kapan terakhir kali dipinjam, kemudian kelas yang berisi begitu banyak murid… 😐 Saya dulu bersekolah di SD yang kurang lebih sama kondisinya, tapi itu 10…errr oke, 20 tahun lalu, apakah berlebihan bila sekarang saya mengharapkan sesuatu yang lebih baik?

Karena pertanyaan itu saya jadi sadar “iuran” kehadiran sehari kami di sekolah yang terpenting bukan lah untuk “membeli” pengalaman berbagi inspirasi, tapi untuk mengalami dan meng-capture sendiri suka atau tidak ini lah potret dunia pendidikan saat ini. Apa yang saya temui di SD Karang Tengah 1 pasti masih jauuuuhhh lebih baik dari banyak tempat lain di negeri ini, paling tidak masih berada di kota dengan akses yang mudah, bagaimana dengan di pelosok yang untuk sampai ke sekolah saja murid-murid harus naik perahu atau berjalan kaki berkilo-kilo meter? Bicara soal bangunan, tidak perlu jauh-jauh, ada sebuah SD Negeri di Bogor yang 3 dari 6 kelasnya ambruk sehingga kegiatan belajar harus dilakukan di teras, dan itu sudah berlangsung selama 3 tahun walaupun sudah berkali-kali sekolah mengajukan permohonan perbaikan. Potret tersebut akan semakin gelap apabila dalam frame dimasukkan juga fakta bahwa ada sekian juta anak usia wajib belajar yang menghabiskan waktunya setiap hari bukan dengan belajar di sekolah tapi mencari uang di jalanan,

Suck it is 🙂 tapi daripada sekedar mengutuki kegelapan lebih baik menyalakan lilin bukan?

lanjutan pertanyaan yang membuat saya berpikir tadi adalah pertanyaan lain yaitu “Setelah melihat sendiri kondisi sekolah yang kurang lebih menggambarkan potret pendidikan Indonesia secara umum, dan Anda tidak suka, apa yang akan Anda lakukan? setelah Kelas Inspirasi, what next?”

*brb* *cari lilin dan korek api*

Ambareeta

Credit Title :p

Foto koleksi adek dan mbak fotografer2 yang dengan sabar memilah-milah ribuan foto: Hana Sayyida dan Oudy Hutagalung
Video karya mamang videografer yg dengan lapang dada menghadapi segala pertanyaan dan sindiran yang intinya adalah “videonya udah kelar belum??” : Rizaldi Fakhruddin 
Testimoni (dan ebook, dan apel, dan pohon mimpi pokoknya semua yang menyangkut gambar menggambar) hasil karya mas Komik: Haryadhi
 
Leave a comment

Posted by on October 27, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: