RSS

Dear Opeh….

11 Oct

Opeh bengaaaaa……

Jadi, ceritanya tulisan ini lahir sebagai akibat ‘Kualat Membawa Nikmat’, dengan mekanisme kerja (tsaaah.. kapan cobak terakhir kali lo denger kata ‘mekanisme kerja’?):

Laptop error karena virus –> Oh asik ga bisa kerja =P –> mati gaya –> nunggu pengoprekan laptop beres sambil bajak pc orang dan menulis sajah –> tulisan ini

Nah dan gw percaya sepenuh hati, akar dari semua itu adalah bbm gw pagi ini yang membuat lo ngambeg dan gw kualat sama lo..

Status bbm laknat penyebab kualat pembawa nikmat

Yeah… Laugh as you like… -___-“ *sungkem*

Hey Fe! gw masih inget loooh pertama gw ketemu lo. Mabim! Di Game lempar bola yang kita harus sebutin nama orang yang kita lempar, ring a bell? Itu udah hari ke sekian mabim yang berarti hari ke sekian++ dari pertama kali kita sebagai putra dan putri terbaik bangsa (so that’s the welcoming banner said) resmi nyasar di hutan depok itu, tapi baru hari itu gw ngeh ‘oh.. ada si bocah macam gini tho di kelas’ hehe. Cewek dengan rambut ala gadis Sunsilk, rok jeans panjang, kemeja (seinget gw warnanya biru muda) dikancing sampai atas (oh cupunya)…hmmm cukup eye catchy. Tapi sebenarnya (kayaknya) yang lebih menarik perhatian adalah nama lo, haha unik! Jadi udah gw niatin gitu kalo itu bola sampai di gw bakal gw lempar ke lo =)). Hey Olfinia Widyaramita! Inget ga kalo pada hari yang sama itu lo pulang bareng gw naik Deborah karena Pak Yudi ga bisa jemput dan macetnya Ya Salaaaaam… Akhirnya sampai Lebak Bulus kita lanjut pulang naik taksi.

Siapa sangka kalau setelah hari itu gw akan sering pulang dan kemana-mana bareng lo (baca: nebeng), nginep di rumah dan ngacak2 lemari lo demi sepasang kaos dan celana pendek buat tidur (yang tetep harus matching =p), kerja bareng lo (hihi 2 bocah generasi Microsoft yang giliran dikasih Mac mau mindahin file aja bingung, jadi kita gunakan buat foto2 di tengah jalan tol ajah =D), in short being one of the besties of yours =).

Hihihi, 8 tahun! Bener kata Pietra, kalo anak2 itu udah SD! Too much unforgettable moments to be written. Tapi jelas gw ga bisa untuk ga nulis suatu hari yang aneh di 20 Januari 2009. Cinta emang gila yah Fe.. buktinya dia bisa bikin orang gila macam kita (eh waktu itu sih gw kagak.. Hee) jadi makin gila (TETOOTTT!! Terlalu banyak menyebut kata ‘gila’). Lo, gue, farah.. balkon kamar lo, sekotak nasi goreng buatan nyokap gw, dan pesan moral dari lo berdua atas kejadian hari itu “Mbar, jangan sampai lo pacaran sama cowok yang namanya Adit!” (walaupun Farah sudah menarik ulang pesan itu selamanya ya.. hihi). Gara-gara lo juga, gw ga bisa ga senyum-senyum bego sendiri setiap masuk lift yang ada hand-rail di sekelilingnya… Ih tapi lo sekarang kurus banget gitu, tangannya pasti gampang lolos… Idididididih.. Jelek ih! Eh parah parah parah kurusnya.. (pinjem ye gaya khas lo =D) Ayo Fe kita semangat menggemukkan badan! (biar ‘u-know-what’ gw yang hilang bisa kembali dan biar tangan lo bisa kejepit di rail lift lagi.. *loh*).

Hihi.. Pokoknya intinya dari tulisan ini adalah HAPPY BIRTHDAY DARLA……. (laaah yang udah ditulis apaaa.. intinya apaaa) As I wrote before, wish you a daily decent sleep, a heaven-sent kind of man, and high-quality (well since it’s sadly too hard to target on the quantity, no?) time for yourself, family, and us — your partially brain-damaged yet kangenable friends =D

Soal ‘kapan???’ hahaha yeah, if we got a dollar for every question being asked our wealth could have been enough to pay Mas Mraz’s performance on our weddings (each of them I mean.. haha sounds so wrong). Well, I believe your man and mine are already on their final class on Good Old-Fashioned School of Lover Boy, while we’re giggling around here (can I hear the congregation say ‘Amien’?!). Oh, I got a brilliant point of view on this ‘kapan kawin’ issue, I quote them for you.

Menanyakan “kapan kawin?”, dan berani MENJAWABNYA, adalah sebuah diskursi ketidakpastian dan delusi kendali akan masa depan

Pertanyaan “Kapan kawin?” sebenarnya punya aspek bisnis, yang artinya berhubungan dengan ekonomi, karena banyak faktor uang terlibat di dalamnya. Maka akurasi dari jawaban “Kapan kawin?” bisa menjadi indikator Produk Domestik Bruto Indonesia selama setahun ke depan. Jadi kira-kira formulanya seperti ini:

(Jumlah pertanyaan “Kapan Kawin?” x Probabilita jawabannya “Tahun depan” dan akurat x Semua biaya yang terkait dengan perkawinan) – (Probabilita perkawinan dibatalkan sehari sebelumnya karena pengantin wanita nangis2 atau pengantin pria kabur ke Kolombia x Biaya perkawinan yang masih bisa dicancel) = Komponen PDB dari Perkawinan Nasional untuk tahun depan.

Ckckckck… Genius, yes?! And you know who the man with that brain is? The One and Only, Mr. Henry Manampiring!! *ini lengkapnya* Hahaha.. dulu papasan sama Jamie Aditya kita cuma diam dan melongo dongo, kalo ketemu newsplatter apa kabar yah feeeee????!!! Aaaaakkk *mendadak abegeh*

Miss you!!! Please say my Hi and thanks to your Mom and Dad, for they have done what they did so that you become like…this =D. Kangen diomelin mak lo… hihi.

A little cuteness for closing… from today three years ago =) remember?

Today, 3 years ago

Today, 3 years ago

Ambareeta

 
Leave a comment

Posted by on October 11, 2011 in Daily A to Z, Pehanita

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: