RSS

Part 5 Karimunjawa: Happy We Will Be Beyond The Sea… And Again I’ll Go Sailing…

17 Jul

27 Juni 2011

Pukul 07.00, selesai sarapan, Elf milik mas Alex yang akan membawa kami ke pelabuhan sudah menunggu di bawah, kapal berangkat pukul 8.00, we really have to go now.. 😦

Data diri untuk manifest kapal sudah di kumpulkan sore sebelumnya, jadi kami tinggal menunggu saja mas Alex mengantri tiket di loket.

Pagi itu pelabuhan ramaiiii sekali, mungkin karena adanya tambahan penumpang dari KC.Kartini yang kemarin gagal pulang ke Semarang dan terpaksa kembali lagi ke Karimunjawa karena ombak terlalu berbahaya untuk lanjut. Padahal sudah lebih dari ½ perjalanan, tinggal 1,5 jam lagi harusnya sampai.

Kami menunggu di semacam pendopo yang ada di pelabuhan, di sana terpampang papan yang memuat recap potensi Taman Nasional Karimunjawa. Wow!! tuh kan masih banyaaaak tempat-tempat menarik yang belum kami eksplorasi, seperti taman Mangrove yang asyik untuk trekking, taman kupu-kupu (satu-satunya tempat yang TIDAK akan saya kunjungi, phobia!), dan penangkaran burung di Pulau Karimun dimana kita bisa melihat Elang dada putih yang hanya bisa ditemui di kepulauan ini.

Potensi Taman Nasional Karimunjawa

Peluit kapal sudah berbunyi sekali, tandanya tidak lama lagi kapal akan berangkat namun masih tetap banyak orang berkumpul di pelabuhan….dan tiket belum juga di tangan.. -___-“

Ketinggalan kapal jelas tidak ada dalam pilihan, karena sudah ada 3 tiket kereta menuju Jakarta yang dibayar lunas untuk jam 8 malam.. =$. Muka stress menunggu kapal.. 😛

Dari Bintang 4 ke Kaki 5

Hampir pukul 8.00 saat mas Alex menyerahkan tiket… Huaaa.. sudah 2 kali lho peluit kapal berbunyi.. portal yang menuju tempat kapal berlabuh juga sudah ditutup.. Untung kami masih diijinkan masuk, eh tapi itu di pelabuhan masih juga ramai lho..

Ini sih sudah yakin tidak dapat kursi, maka kami langsung ke tangga yang menuju dek atas, tapi ternyata entah kenapa dek ditutup..

Ngooook…

Lalu dimanakah kami menghabiskan mati gaya selama 6 jam????

Disini doooonk…

Hahahahahaha

Pasrah terjepit diantara 4 mobil di dek bawah KM.Muria, beralaskan koran dan sarung milik Ikhsan, setelah memastikan semua mobil itu sudah di-rem tangan,

Satu hal penting yang luput dari perhatian kami saat memilih spot ‘ngemper’ itu adalah, letaknya yang dekat sekali dengan pintu kapal, hanya kurang lebih 5 meter, dan tidak ada penumpang (lesehan) lain yang di depan kami.

Akibat posisi garis terdepan ini, saat kapal menghajar ombak besar, langsung deh.. BYURRR!! Menyiprat ke arah kami. Apalagi memang ternyata ga bohong, ombaknya besar! goyangan kapal jauh lebih terasa dibandingkan saat berangkat (atau karena sekarang kami duduk di bawah?). Yah memang tidak banyak sih percikannya.. tapi kalau berulang-ulang selama berjam-jam ya akhirnya…Basah!! Belum lagi anginnya yang ga santai!! Melvi saja sampai terlihat seperti Medusa begini

Margaretta Medusa Melviana 😛

Syukurlah tidak ada di antara kami yang mabuk perjalanan, obat anti mabuk darat laut dan udara itu digunakan hanya untuk ‘diambil’ efek samping mengantuk-nya. Ya tapi basah dan dingin begini mana bisa tidur??!! Basah + dingin = masuk angin, sementara perjalanan pulang masih panjang.. =$

Tidak terima dipermainkan oleh keadaan *hayah*  Dayu melakukan perlawanan, dengan kekuatan bulan payuuuung,, *buka* Hyeay!! Berhasil!! Ga (lebih) basah lagi!!

On your face Poseidon!!!

Foto alakadarnya, kapal goyang susah untuk berdiri

Us Vs The Sea…and The Winner is……THE SEA!! *antiklimaks* yah secara kita sudah cukup basah sebelumnya, dan akhirnya pun si payung rusak ga kuat menahan gaharnya angin. Well at least we fight back!! 😀

Ini adalah kali pertama saya naik kapal laut dengan waktu tempuh yang lebih dari 3 jam, dan sama sekali tidak terbayang sebelumnya bahwa akan se-FUN ini!! Ya, walaupun harus ngegembel dan setengah basah, tidak ada kata lain yang lebih menggambarkan situasi tersebut selain FUN!! (dengan semua huruf kapital). We couldn’t stop laughing even on some bad-and-actually not funny-situation seperti saat satu-satunya koran yang tersisa dan dipakai Melvi untuk alas tidur tiba-tiba terbang waktu ditinggal ke kamar mandi, atau waktu saya dan Dayu berjuang menaiki tangga kapal yang curam untuk membeli PopMie, di tengah kapal yang goyang-goyang dan begitu sampai lagi di bawah…jengjeng!! Garpunya dimana????!!! =)))) Konsentrasi terpusat untuk menjaga keseimbangan di tangga (masih sambil tetap tertawa2 sampai penumpang lain menatap kami dengan heran) sehingga tidak sadar garpunya jatuh entah dimana, Dayu bahkan ga sadar kalau penjaga kantin memberikan dia garpu.. Astaga..

Untungnya kami dibekali nasi kotak (yang dilengkapi sendok pastinya!) untuk makan siang, jadi untuk pertama kalinya dalam hidup saya, makan PopMie menggunakan sendok plastik..

Saya, Dayu, Melvi, duduk berjejer berdesak2an (kan korannya Melvi hilang… jadi bergabung lah dia dengan kami beralaskan sarung Ikhsan), entah kenapa jadi terbayang adegan film PS: I Love You saat Holly dan kedua sahabatnya bermain kano dan terbawa arus hingga ke tengah laut.. Saya bertanya pada mereka “Gimana? Kapok ga jalan sama gw?! Ini kita ibaratnya dari bintang 4 turun derajat ke kaki-5 looh??!” dan mereka menjawab “Nggak sih!! Kapan lagi kita kemana?! Thailand?” haha PS: I LOVE YOU GIRLS!! =*

Dua jam terakhir goyangan heboh ombak sudah berubah menjadi ayunan yang melenakan *halah* baru lah di situ saya bisa tidur nyenyak, duduk sambil memeluk backpack. Saat berangkat tidur saya sama sekali tidak nyenyak (dan kayaknya hampir tidak tidur deh) karena dingin (anginnya kencang sekali) dan posisi yang tidak nyaman. Ternyata saya lebih betah ngemper di tempat yang tidak jelas seperti ini.. 😀 saya baru terbangun saat jam menunjukkan pukul 13.30, wow! ½ jam lagi sampai Jepara!!

14.15 , pintu kapal diturunkan…. Oh Hey we meet again Pulau Jawa!!!! Tuh kan, yang menyambut kami bukan pasir putih dan air laut gradasi hijau-biru, tapi beton dan banyak tukang becak berpakaian warna-warni..

Sesuai janji, sebelum menuju Semarang kami mau berfoto dulu dengan Kura-Kura pantai Kartini, maka jalan lah kami ke sana sekalian untuk makan siang.

Di sekitar pantai berjejer banyak warung makan dengan pilihan menu yang (herannya) hampir sama dari satu warung ke warung lain, tapi karena sudah punya bekal nasi kotak ya kembali sarung Ikhsan digelar

Piknik tepi pantai Kartini

Tidak hanya pantai, di sini juga ada beberapa permainan anak-anak seperti mandi bola dan komidi putar, toko souvenir juga banyak. Bahkan ada juga semacam kereta yang membawa pengunjung mengitari area pantai, yah Ancol dalam versi yang lebih kecil laaah…

Selesai makan, tunai lah janji yang dibawa sampai ke Karimunjawa kemarin

Temu kangen Dayu dan Kura-Kura

hahahahaha

Saatnya mengejar kereta dan berpisah dengan Wisnu, Ikhsan, dan Mbak Yuni,, see you all around soon 😉 Woohooo!!!

Untuk menuju Stasiun Tawang, Semarang, rute yang kami lalui adalah Terminal Jepara – Terminal Terboyo – Stasiun Tawang, semuanya menggunakan bis-bis kecil. Estimasi waktu yang dibutuhkan 2 jam jadi diperkirakan kami masih punya cukup waktu untuk menukarkan tiket dahulu di stasiun, lalu ke Simpang Lima belanja oleh2 di Pandanaran, mengunjungi Lawang Sewu, berfoto2 di kota tua dan akhirnya kembali ke stasiun.

Nice plan, huh?! Tapi, sudah menginjak Pulau Jawa bukan berarti kejutan liburan kami berakhir donk… Acara makan siang dan ‘temu kangen’ dengan kura-kura tadi, menyebabkan kami ‘rugi’ waktu 1,5 jam, sudah pukul 15.30 saat kami duduk di bis kecil semacam Metromini jurusan Semarang.

“Oh, kira-kira sampai Semarang jam 17.30, masih cukup dari stasiun langsung Pandanaran, coret Lawang Sewu, kota tua masih sempat lah sambil kembali ke stasiun” begitu pikir saya,, oh well plan change #1….

Kembali melewati deretan sawah-sawah menghijau… huah.. pergantian pemandangan setelah 4 hari yang dilihat hanya pantai dan laut saja. Aduh tapi ini sudah jam 16.30 dan kok kayaknya masih di Jepara.. =$.

Di tengah jalan, tiba2 bis yang kami naiki mengalami gangguan di bannya… #JENG!! Ganti bis!! Bis pengganti yang kami naiki sejenis Patas AC namun penuh sesak! Saya berdiri di dekat pintu, bersandar di dashboard, sementara backpack nangkring manis di kotak TV.

Sudah hampir pukul 17.00… kok masih di sini-sini saja.. sudah keluar dari Jepara sih tapi masih di daerah Kudus!!!

“Baiklah kita ke Pandanaran dulu, baru ke stasiun.. sempat.. sempat..” Change plan #2.

Entah apakah memang itu jalur yang dilalui semua bis dari Jepara menuju Semarang, atau hanya bis AC itu saja yang begitu, yang pasti bis itu muter-muter… Ada suatu persimpangan dimana belok kiri ke Semarang sementara kanan ke Demak, bisnya belok ke kanan aja lhoooo… Duh Gusti paringono patience lan mercy… 😦

Pukul 18.00, (baru) sampailah kami di Terminal Terboyo!!

“Fine, sudah ga cukup waktu.. Langsung stasiun udah ga usah kemana-mana lagi!!”.. Final (lame) Plan. =|

18.30 kami diturunkan di tempat yang kata kondektur bus di sini Stasiun Tawang. Celingak punya celinguk, mana stasiunnya??!! Ternyata bis yang kami naiki tidak melewati depan Stasiun, tapi harus berjalan dahulu kurang lebih 500meter, melewati kawasan…Kota Tua!!! Haha kesampaian juga ke kota tua Semarang walaupun benar2 cuma numpang lewat, untuk mengambil gambar pun tidak sempat. Sayang, padahal kawasan itu bagus sekali, apalagi dalam nuansa temaram dari lampu-lampu jalan. Selain itu, sepertinya lebih terawat dibandingkan kawasan kota tua di Jakarta… Ah, perhitungan waktu yang buruk.

Sampai lah kami di semacam kanal, dan di seberangnya terlihat bangunan putih, megah, kental dengan nuansa arsitektur Belanda. Ah itu dia! Stasiun Tawang!! Begitu masuk, aaaah.. bagus… bangunan khas Belanda dengan langit-langitnya yang tinggi menjulang namun tetap ada sentuhan tradisional Jawa, bersiiiih jauh lah bila dibandingkan dengan stasiun Kota.

Stasiun Tawang (finally)

Tiket asli sudah di tangan, masih ada waktu satu jam kami isi dengan belanja oleh-oleh. Seumur-umur baru kali ini saya belanja oleh-oleh di stasiun/terminal/bandara, selain karena harganya lebih mahal entah kenapa merasa seperti cuma setengah hati ngasih oleh-olehnya gitu.. Tapi yah bagaimana lagi daripada tidak sama sekali..

Sebelum pukul 20.00 kereta sudah masuk di peron 1. Hai Gerbong 3 No kursi 8 A, B, C… Waaah ada colokan listrik… *norak, kebahagiaan pengguna HP pintar memang terletak di sana*. Perjalanan Semarang – Jakarta memakan waktu kurang lebih 8 jam.

Tidak banyak yang bisa dilihat sepanjang jalan karena sudah gelap gulita.. jadi mari tidur saja!

28 Juni 2011

 02.30, terbangun karena hujaaaaaaannn… deras sekali.. Saya pikir sudah hampir sampai Stasiun Senen, ternyata Bekasi saja belum sampai, oh ternyata kereta bisa delay juga..

Mundur satu jam dari jadwal, pukul 04.00 akhirnya….Jakarta!!

Rencana awalnya adalah kami akan mencari masjid terdekat, menunggu terang baru melanjutkan perjalanan pulang. Tapi berhubung hujan deras yang belum reda juga, terjebaklah kami di stasiun.. Lagi-lagi ngemper..

Selasa pagi (buta) si stasiun senen... astaga... muka.. =))

Baru sadar, ternyata arsitektur stasiun Senen lumayan bagus juga.. sayangnya terlihat kumuh… oh Jakarta..

Pukul 5.30, kami memutuskan meninggalkan ‘spot asoy’ kami menuju halte Bus Transjakarta, tapi baru saja keluar dari stasiun, wanita-wanita kota ini sudah kembali menemukan identitas manjanya… males ngantri bus TJ naik taksi sajalaaaaaah… 😀

Yaaa.. berpisah juga saya dengan si duo newbie backpacker itu.. 😦 mereka pulang ke rumah masing-masing sementara saya menuju….kantor!! :D. Cuti yang terbatas harus di alokasikan sedemikian rupa sehingga mencukupi untuk semua kebutuhan jalan-jalan.. Jadi, selama belum terasa mau pingsan, hajar!!! Tuhan dan limpahan rejeki beserta pekerja-pekerja luar biasa yang setelah belasan jam perjalanan pulang liburan langsung bekerja!! Amien.

Pukul 6.10, saya sudah tiba di kantor dan gerbangnya saja belum dibuka doooonk!! Hahahaha lengkap lah sudah segala hal di luar rencana dari liburan ini!!!

First thing first setelah sampai di meja kerja, rapi dan sudah minum kopi adalah melihat foto-foto selama perjalanan dan membuat outline untuk blog ini pastinya.. 🙂

29 Juni 2011

Eh memang sudah ga termasuk dalam hitungan liburan sih, tapi saat sedang browsing saya menemukan ini..

Republika: Penumpang Kapal Muria Tanpa Tiket Diturunkan Paksa

Itu cuma salah satu dar cukup banyak link berita yang mengabarkan penyeberangan dari Karimunjawa ke Jepara dengan KM. Muria pada tanggal 29 Juni mengalami sedikit ‘kerusuhan’. Masih sehubungan dengan jumlah wisatawan yang melonjak, banyak warga asli Karimun yang tidak dapat tiket kapal karena sudah diborong oleh para agen tur. Tidak terima, warga menduduki kapal sejak pagi, banyak penumpang yang sudah memiliki tiket tidak dapat masuk karena kapal sudah kelebihan kapasitas. Dilakukan lah razia tiket dahulu, dan menyebabkan pemberangkatan kapal delay hingga 2 jam! Itu pun banyak wisatawan yang tidak dapat tiket dan terpaksa memperpanjang liburannya 1 hingga 2 hari.

Ya Tuhaaaan… bagaimana kalau saja kami memutuskan untuk menyeberang ke Karimunjawa dengan kapal tanggal 26 atau tanggal 25 bila tidak ada perubahan jadwal kapal???!! Pasti kami menjadi bagian dari ‘kerusuhan’ arus balik itu! Kemungkinan terbesar kami akan kehilangan tiket KA yang sudah di-booked dan keluar biaya ekstra untuk penginapan dan transportasi pulang ke Jakarta..

Wuiiiiih…..  benar-benar ga ada habisnya ini kejutan liburan…. 😀

Karimunjawa 🙂 through all the mess we’ve been through, ternyata Tuhan masih sangat baiiiik sekali pada kami…

Banyak hal yang di luar rencana, belum lagi ‘satu dan lain hal’ yang tadinya kami pikir cuma terjadi di salah satu cerita liburan misteri di komik Detective Conan, tapi itu semua yang membuat liburan ini terlalu berkesan!

Take nothing but pictures, leave nothing but footprints.. love it

Entah kenapa, saya suka sekali dengan papan peringatan diatas, yang terpasang di semua pantai yang kami kunjungi kemarin.

…Galeang, entah surga itu seindah dan sedamai apa kalau di Indonesia saja ada tempat seperti ini..

…Tanjung Gelam si Perayu, siapa yang tidak akan terpikat oleh Nyiurnya yang menarik perhatian..

…Tengah, mungkin Jack Sparrow benar-benar pernah ke sini dan mengubur berlian di dasar laut pulau ini.. kalau tidak dari mana yah binar-binar cantik itu??!!…

..dan Kecil, pertemuan di garis horizon yang sempurna..

*tsaaaaah*

Hey Karimunjawa!! Especially you Galeang Island!! I did take nothing but pictures, but you take my heart!! And my oath that one day I’ll be back!!! Cheater! *Drama dimulai*

Well, guess I half-deliberately left my heart there anyway, so I have to come and get it back right?!

See you again anytime soon…Karimunjawa..

Thanks for all the surprises.. 🙂

Ambareeta

Sampai saya meninggalkan jejak kaki di pantai berikutnya………………..

FYI:

Kereta api Semarang – Jakarta tersedia dalam kelas Eksekutif maupun Bisnis

05.30   KA Argo Sindoro turun di Gambir  HTM Executive Rp 240.000
08.00   KA Fajar Utama turun di Senen  HTM Bisnis Rp 115.000
16.00   KA Argo Muria turun di Gambir  HTM Executive Rp 225.000
20.00   KA Senja Utama turun di Senen  HTM Bisnis Rp 115.000 **Harga per Juni 2011, bukan harga high season

Untuk pemesanan baik kelas eksekutif maupun bisnis bisa melalui telepon  (021) 21391121, pembayaran paling lambat 3 jam setelah pemesanan melalui ATM Mandiri/BNI/BCA. Struk ditukarkan dengan tiket asli, paling lambat ½ jam sebelum keberangkatan di loket stasiun. *canggih yah.. saya baru tahu gara-gara trip ini :D*. Selain by phone, khusus untuk eksekutif bisa melalui online disini

Pengeluaran D 5-6

Tiket Kapal                                          = Rp. 37.500 (harga tour)

Makan                                                    = Rp. 12.000

Karcis masuk pantai Kartini         = Rp. 3.000

Bus Jepara-Semarang                     = Rp. 15.000

Bus Terboyo – Tawang                   = Rp. 3.000

Tiket Kereta                                        = Rp. 117.500 (tambahan Rp.2500 mungkin untuk biaya transaksi bank)

 ————————————————————————————————————————————–

TOTAL                                                                   = Rp. 188.000

 

6 responses to “Part 5 Karimunjawa: Happy We Will Be Beyond The Sea… And Again I’ll Go Sailing…

  1. nhoe

    July 17, 2011 at 7:36 am

    love dis part badly :)))

     
  2. nhoe

    July 18, 2011 at 4:59 am

    boleh nambah komen gk? itu kan kalo dipikir pikir, mandi terakhir malem, trus dari pagi harinya, sampe ketemu pagi lagi lom mandi dung hahahaha *dibahas*

     
  3. Ambareeta

    July 18, 2011 at 5:55 am

    Kan sebagai pekerja luar biasa nan berdedikasi tinggi menjulang mandinya di kantor dooonk.. *padahal ga mandi jg ndak ketauan yah.. Wong pas dateng d kantor cuma ada satpam ama OB* -___-“

     
  4. dayu

    July 18, 2011 at 9:33 am

    me love this part too..

    why?

    Karena banyak poto gw disini…

    Huahahahaha…

    PS: Still think I won against the sea.. The sea got nothing on me after I open the umbrella.. My payung rules!! —- well,, until it broke (by the wind!).. so.. me vs sea: 1-0, me vs wind: 0-1.. I’m lucky though.. I only lost an umbrella.. Look at Melvi!! Huahahahahahaha….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: