RSS

Part 4 Karimunjawa: We’ll Meet I Know We’ll Meet Beyond The Shore

16 Jul

26 Juni 2011

Masih pegal2 karena petualangan kemarin, jadi gagal bahkan ga diniatkan sama sekali lagi mengejar matahari terbit. Tapi aaaah bermalas-malasan di Jakarta sajaa.. jalan2 pagi yuk!

Bersama Melvi, saya menjelajahi daerah sekitar tempat bermukim kami 2 hari ini, Pulau Karimun. Pulau yang bisa dibilang sebagai ‘ibukota’ kepulauan Karimun adalah pusat kegiatan masyarakat, fasilitasnya cukup lengkap. Berjalan dari homestay ke sekitar alun-alun saja kami menemui sekolah (SD dan SMP), gereja, banyak mesjid, KUA, kantor polisi, butik, Puskesmas, koperasi, dokter, bahkan dukun beranak 😀 (pake plang nama bo’ dukunnya!). Tidak ada minimarket, tapi banyak warung2 kelontong dan pasarnya sudah modern begini..

Pasar Karimunjawa

Di tengah perjalanan kami bertemu dengan Bapak yang saat di kapal duduk dekat Melvi, dia berasal dari Semarang jadi sudah sering ke Karimunjawa sekedar untuk memancing. Dari ngobrol2 singkat dengan si Bapak saya baru tahu bahwa di Pulau Karimun juga ada hutan bakau, untuk menuju kesana dan sekalian mengeksplorasi Pulau Karimun bisa menyewa sepeda motor dengan tarif Rp.50ribu sehari.. Iya yah, sayang sekali wisata darat-nya kurang trip kali ini, padahal cukup banyak juga objek yang bisa dikunjungi =|

Karena ‘satu dan lain hal’ setelah sarapan kami pindah homestay.. :). Mas Alex memindahkan rombongan kami ke semacam hostel, dimana kami menempati 3 kamar. Well, sebenarnya letak penginapan itu strategis, dekat dengan alun-alun dan dermaga, bangunannya sendiri lumayan bagus, listrik menyala 24 jam, tapi sayangnya kurang terawatt.. kotor!! 😦 Tapi kami berpikir ya sudahlaaah tinggal semalam lagi kami disini, siang-sore hari dihabiskan di luar jadi nikmati saja.. 🙂

Walaupun agak kesiangan, semangat untuk berpetualang ga berkurang doooonk… Hari ini kami akan ke arah timur, mengunjungi Pulau Tengah, Pulau Kecil, dan Pulau Menjangan Besar. Ombak hari itu dahsyat!! Sepanjang perjalanan kapal sering oleng hingga hampir 45 derajat.. Serem? Ga sih.. seru!!

Di perjalanan kita melihat kembali tuh, ‘sepotong zamrud di tengah hamparan sapphire’ – Pulau Gosong Cemara yang (masih aja) terendam air laut, tapi hey ternyata kali ini ga cuma numpang lewat, tapi kami berlayar diatasnya!!

hijaaauuuuu

Eh tapi ini sudah mengantuk dan mulai lapar kok belum sampai ke daratan yah sudah sejam lebih?? Apalagi kok sendirian saja ini kapal kita di laut seluas gini.. Eeeee.. ternyata karena ombak di jalur yang biasa dilalui untuk menuju Pulau Tengah terlalu besar maka kapal berjalan memutar walaupun tetap sih, ombaknya ga santai!! Dan ya jelas lah kapal kami sendirian karena start kesiangan.. Ouh, baiklaah…

Setelah 2 jam lebih berlayar, akhirnya terlihat kapal-kapal dan life jacket jingga terang mengapung di sekitarnya..daratan!!

Saya pikir kapal akan langsung merapat di pantai karena sudah waktunya makan siang, tapi ternyata kapal kami berbelok sedikit, berhenti agak jauh, dan perintah dari sang guide adalah: “Yak! Mari kita berenang menuju pantai! Kalian duluan kapal nanti menyusul yah!”

O_o You kidding me pak??!! Itu lumayan jauh loooooh.. udah laper looooh… ga bisa berenang loh sayaaaah.. *eeaaa derita lo neeeeng..*

Ah, tapi memang orang baik selalu ditolong oleh orang yang lebih baik lagi.. *hayah* si bapak guide tahu saya agak ragu2 untuk nyebur dan dia mengajak saya berpegangan pada dia dan berenang bersama.. aaaah mesranya.. *eh*. Si bapak bahkan meyakinkan saya untuk ga perlu panik karena arus, bergerak saja pelan2, dan yeay akhirnya dia melepas saya di tengah2..

Kurang lebih 20 meter dari pantai, airnya cuma tinggal setinggi lutut jadi jalan aja yuk! Agak susah yah berjalan dengan menggunakan fin (kaki katak) tapi kalau dicopot takut kaki terluka karena di bawah itu sisa2 terumbu karang yang sudah rusak. Solusinya, berjalan atau berenang lah mundur!! Hehe

Sampai di pantai, lelah dan berasa seperti dalam adegan film Cast Away.. hehe

Setelah melihat sekeliling, WOW….. saya rela terdampar dan ditemukan beberapa hari kemudian kalau tempatnya seperti ini!!!

Air lautnya sparkling!! Sayang sekali kamera berada di kapal, makanya jalannya pelan-pelan setengah ga rela. Saya pikir itu adalah pulau yang kosong juga seperti Galeang dan Tanjung Gelam, tapi ternyata ada jalan setapak di balik semak-semak yang membawa kami ke sini!

Penginapan Pulau Tengah

Waaaaah ternyata sudah ada penginapan… Rumah-rumah panggung yang mirip Wisma Apung hanya saja tidak berada di tengah laut lepas, masih di bibir pantai. Hmm.. Buka pintu, liat depan waah pantaiii.. liat belakang wooow laut lepas, belum lagi di sampingnya juga ada penangkaran hiu… Next time saya tahu mau menginap dimana!! 😀

Depan: Pantai, Belakang: Laut lepas, Samping: kolam hiu.. Woaaahh

Lunch still on process, masih cukup lama dan masih penasaran dengan laut yang sparkling tadi, ngabur dulu laaaah.. Going back to the corner where I first step on this island gonna camp in my sleeping bag I’m not gonna move, dan ini lah.. bagaimana saya tidak bahagia kalau terdamparnya di tempat seperti ini…

Sparkling!!!!

Sungguh, di Galeang, Tanjung Gelam atau semua pantai yang pernah saya lihat belum pernah liat yang seperti ini…

Sayang sekali banyak sampah berserakan.. 😦 itulah resikonya bila sudah mulai tersentuh komersialisasi.. *lirik sinis ke penginapan di balik pulau*

Kami berhenti cukup lama di pulau ini, pantai di sekitar dermaga dan penginapan juga nyaman sih buat sit and do nothing.. atau kegiatan ga jelas seperti ini.. 😀

Ikhsan The Sand Man...with Malinda Dee boobs =P

Sekitar jam 2, lanjut lah yuk jalan ke snorkeling spot terakhir yaitu di sekitar Pulau Cilik atau disebut juga Pulau Kecil yang terletak tidak jauh dari Pulau Tengah.

Sampai disana, ah sudah malas snorkelingan.. mantai saja laaah..

Pulau Cilik, sesuai namanya, pulau ini kecil.. cuma perlu 15 menit untuk mengitari satu pulau. Pantai dengan pasir putih yang lembut melingkari pepohonan dan semak-semak belukar yang banyak terdiri dari pohon cemara (eh apa Pinus yah? Haha) di tengah pulau. Tidak berpenghuni, tidak ada penjual jajanan, tapi saya menemukan ada beberapa pendopo yang sudah terbengkalai. Entah lah sepertinya dulu ada semacam kafe disitu karena ada bekas meja bar dan wastafel.

Saat sedang mengitari pulau, bertemu dengan 2 bapak dan anak kecil yang sedang menangkap cumi. Cara menangkapnya cuma pakai benang digulung, kayak benang layangan gitu.. ujungnya di kasih umpan udang-udangan dan pluk dilempar ke tengah laut.. Eh dapat cumi gede2 lhoo.. hiii..

cumi cumiiiii

Kok cuminya bening bersih gitu yah? Menurut si bapak, cumi segar memang bersih karena tintanya sudah keluar semua saat si cumi struggle untuk lepas dari kail. Nah loh tapi yang di pasar2 kok ga kayak gitu?? Ternyata yah karena sudah tidak segar, sudah mengalami proses pembekuan..

Saya sama sekali tidak menyesal memilih menyusuri pantai daripada snorkeling, karena keindahan Pulau Kecil sore itu,, langitnyaaaaa!!! Bertemu dengan laut dan pantai yang yah ga usah dibilang lagi lah bagusnya,, Subhanallah… kok ga habis2 yah saya dikasih kejutan di sini..

Beautiful...

Here I can really sit (even sleep) and do nothing,,

Look at The Skyyyyy

Setengah jam kemudian,, kembali kapal kayu kami membelah samudera yang ombaknya masih tetap gahar.. Pulang?? No! Masih ada satu tempat yang harus dikunjungi hari ini! Pulau Menjangan Besar, kita mau berenang bersama hiu! =D

Dari Pulau Cilik ke Menjangan Besar kira-kira sejam, melewati Pulau Karimun, nampak KM. Muria yang sedang menurunkan penumpang di pelabuhan.. aaah.. ga terasa besok kami sudah harus kembali mati gaya disana.. 😦 time flies!

Dan inilah Penangkaran Hiu..

Penangkaran Hiu - Menjangan Besar

Ada 2 kolam besar yang masing-masing berisi 10-15 ekor hiu berukuran panjang kira2 70cm. Hiu tersebut dipelihara sampai bisa dilepas ke alam bebas. Nah disini mereka jadi objek uji nyali wisatawan yang mau berenang bersama mereka.. Karena masih kecil mungkin, jadi hiu itu tidak menyerang orang yang sedang berenang, paling hanya berputar2 di sekitarnya. Tapi ya tetep aja namanya hiu.. tetap ada rasa takut salah-salah petualangan di Karjaw berubah menjadi sekuel Jaws kan.. jadi tetap saja tempat ini riuh oleh jeritan2 panik dari orang2 yang nyebur ke kolam (dan cekikikan dari teman2nya diatas yang hanya membantu dengan doa :D)

Disini bagian jejeritan sudah diambil oleh Dayu dan Melvi, jadi ya sudahlah Saya dan Wisnu berbaik hati menertawakan mengambil foto mereka..

Dayu dan Hiu... cieeeeh.. #apeu

Saat mereka sedang asyik (eh asyik gitu yah? :D) berenang di satu kolam, tanpa guide dan tidak ada orang lain berenang kecuali mereka, tiba2 ada anak perempuan di samping saya, memegang ikan. Dia bilang “Kakak,, hiunya dikasih makan yah!!” dan Byurrr!! Dalam hitungan detik hiu2 berebut ikan dengan brutal, hanya kurang lebih 1 meter dari tempat Dayu berenang… Dua kali anak itu melemparkan ikan, hihi seru!! Tapi ternyata saudara2,,, itu adalah Near Death Experience-nya Dayu.. Baru setelah mereka pindah kolam, dan kali ini dipandu guide, diketahui bahwa memberi makan hiu saat ada orang berenang di dekatnya itu BERBAHAYA!! :))

Indeed what you didn’t know won’t kill you (or make you wanna kill someone.. a cute innocent girl for example.. :)))

Oya, di penangkaran ini bukan hanya hiu yang dipelihara, namun juga penyu dan beberapa satwa laut yang selama ini hanya saya lihat di film kartun seperti ikan Dori dan ikan Buntal.

Ikan buntal yg coklat totol2 itu yah.. yg putih itu makanannya.. =D

Secara berkala ada pelepasan tukik (anak penyu) di pantai pulau ini.

Capek sudah ketawa-ketawa,, mari pulaaang.. Perjalanan kembali ke Pulau Karimun memakan waktu tidak sampai 10 menit =)

Malamnya, karena tinggal hitungan jam saja kami di sini, saatnya jalan2 menikmati keramaian sambil mencari oleh-oleh! Tidak terasa seperti sedang berada di pulau yang antah berantah dari kota, ramai!! Uniknya berlibur di Karimunjawa karena transportasi kesana terbatas baik dari segi jumlah maupun jadwal, belum lagi area penginapan dan spot wisata yang banyak namun disitu-situ saja, jangan kaget kalau mengalami banyak ‘DiaDiaLagi Momen’. Ya! Saat snorkeling dan hopping island bolak balik kami bertemu dengan orang-orang yang dijumpai sejak masih berada di kapal, dan belanja di pusat souvenir malam ini sudah seperti reuni penumpang KM.Muria Batch 240611 :D. Pusat souvenir di Karimun adalah 4-5 ruko berjajar yang terletak tidak jauh dari alun-alun, menyediakan dari mulai makanan khas pesisir pantai hingga benda-benda kerajinan. Harganya? Relatif.. misalnya untuk T-Shirt menurut saya agak mahal, namun hiasan2 dekoratifnya seperti lampu meja gitu muraaaah (bila dibandingkan dengan harga toko-toko di Jakarta).

Lanjut ke alun-alun, warung-warung tenda dipenuhi oleh pembeli sementara sudah banyak pula yang menggelar tikar di lapangan. Tiba-tiba terbayang, kalau berlibur tepat pada saat ada event olahraga seperti Piala Dunia, tinggal gelar layar tancap dan ratusan orang dari berbagai daerah (atau bahkan berbagai negara) larut dalam keriaan, seru!!

Kurang dari 12 jam lagi kami sudah harus kembali terombang-ambing di laut namun sayangnya bukan untuk snorkeling.. Pulau yang kami tuju pun tidak akan menyambut dengan pasir putih dan gradasi hijau-biru lautnya yang cantik.. =(

Ke Jakarta eh Jepara dulu kami (terpaksa) kan kembaliiii..

Ambareeta

..to be continued…

Next: Karimunjawa: Happy We Will Be Beyond The Sea…And Never Again, I’ll Go Sailing

FYI:

Perhitungkan dengan baik jumlah uang tunai yang dibawa, karena di Karimun tidak ada bank dan ATM! Sebaiknya uang yang dibawa dalam pecahan nominal kecil karena pengalaman berbelanja di warung dengan uang Rp. 50ribu saja susah kembaliannya.

Kami menggunakan paket tur yang sudah termasuk makan selama kami di sana, tapi sebenarnya mencari makanan di Karimun tidak susah kok.. Biasanya setiap penginapan bisa menyediakan makanan, banyak warung nasi, atau paling gampang tinggal pergi ke alun-alun. Harganya? Murah!!! Seumur hidup, baru kali ini saya minum es campur seharga Rp. 2500 saja.. enak lagi.. Untuk yang tidak terlalu suka hidangan laut, mencari makanan sendiri ini patut dipertimbangkan 🙂 *curcol, makanan dari homestay mayoritas sea food*

Iya, silahkan lagi dilihat blog foto dari Wisnu, untuk lebih banyak pemandangan cantik dari Pulau Tengah dan Pulau Kecil

Pengeluaran Hari Ke-4

–          Cemilan                = Rp. 10.000

–          Makan malam   = Rp.   9.000

–          Souvenir              = Rp. 75.000

———————————————————-

TOTAL                   = Rp. 94.000

 

4 responses to “Part 4 Karimunjawa: We’ll Meet I Know We’ll Meet Beyond The Shore

  1. dayu

    July 18, 2011 at 6:02 am

    Klarifikasi.. bukan tu anak kecil yang punya hasrat membunuh gw,, bapaknya noh.. heran,, dendam apa sih ama gue… Kronologisnya gini:

    Gw: *baru mulai nyemplung, kagak bisa berenang, jalan pelan-pelan sambil parno denger melvi treak “bapaakk,, tolong kaki saya digigit,, kaki saya digigit”*
    Bapak2: *dateng sama anaknya,, bawa-bawa ikan* “Mbak, ini anak saya mo ngasi makan ikan,, saya lempar ya ikannya di deket mbak,, biar ikannya mendekat berani ga?”
    Gw: “errrrr….” *ga konsen, terngiang suara melvi “kaki saya digigit,, kaki saya digigit”*
    Bapak2: “Okeh, siap2 ya mbak dilempar niy”
    Gw: “errrr,, eh pak …..”
    *ikan2 dilempar dengan manis *
    Gw: “aaaaaaaaa… aaaaa….”
    Teman-teman busuk: “Huahahahaha,, baw,, di sebelah lo tu baw,, di deket kaki lo.. itu baru lewat,, deket banget sama lo baw, deket tangan lo…” *sambil ga berhenti ketawa*
    Gw: “aaaaaa… di sebelah mana? hah? deket gw.. buruan fotoooooo,, jangan ketawa doang… aaaaaaaa…..”
    Temen2 busuk: “huahahahaha,, kagak bisa difoto day,, Huahahaha.. Huahahahaha.. ” *terus aja ketawa*

    (10 menit kemudian)
    Gue dan melvi udah naek,, Melvi masih pengen nyemplung lagi di kolam kedua tp ga dikasih sama Guidenya. Dan ini adalah percakapan yg gw dengar:

    Melvi: “pak,, pak nanti saya ikut nyelem lagi ya pak”
    Guide: “iya mbak,, tar dulu ya,, ikannya lagi dikasi makan”
    Melvi: “Lho emang ga boleh berenang ya pak klo hiunya lagi dikasi makan? Bahaya ga sih pak? Pernah ada kecelakaan gitu ga pak?”
    Guide: Belom pernah ada siy,, tapi ya biar aman klo lagi dikasi makan,, kolamnya mesti kosong, soalnya takutnya tar pas ikannya dilempar, trus tau2 ikannya nyamber tangan.. or perut,, or anggota badan lain”

    Gw: “………………………”

     
  2. Ambareeta

    July 20, 2011 at 8:46 am

    Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha *ceritanya keypad rusak, cuma bs huruf H sama A* hahahahahahah

     
  3. nhoe

    July 20, 2011 at 8:55 am

    HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAAHAHAHA *ternyata keboardku rusak juga* *parahnya lagi capslock juga ngadat*

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: