RSS

Part 2 Karimun Jawa: It’s Far Beyond The Stars It’s Near Beyond The Moon

08 Jul

23 Juni 2011

16.30, selamat tinggal meja kantor!! Dan sungguh Dewa Lalu Lintas sedang amat sangat welas asih karena bisa sampai ke Lebak Bulus hanya dalam waktu 20 menit!!

My dear newbie backpacker friends, setelah malam sebelumnya dibuat terbahak-bahak dengan pertanyaan polos Dayu ‘apakah perlu membawa handuk Ambar?’ *maklum, ibu pejabat ga pernah tinggal di rumah penduduk, selalu minimal hotel bintang 4 dilengkapi handuk* sekarang giliran Melvi yang membuat saya speechless karena untuk 4 hari backpacking trip ini dia membawa koper!!…dan backpack.. Alasannya, dia tidak suka menggendong bawaan berat karena bisa merusak struktur tulang punggung, tapi dia juga tidak terbiasa apabila tidak membawa tas.. -___-“ oh baiklaaah..

Pukul 17.20 bis Shantika bertolak dari Lebak Bulus menuju Jepara. Karena perjalanan cukup panjang (kurang lebih 12 jam) faktor kenyamanan menjadi pertimbangan utama, maka kami memilih bis kelas executive. Bis kami cukup nyaman, Mercedes Benz masih mulus, reclining seat dengan sandaran untuk kaki, antara kursi dengan baris di depannya juga luas, tiap 2 baris ada personal TV (Tp ga tau juga sih bisa nyala ga :D). Bis-bis jurusan Jepara memang terkenal bagus dan baru. Hal itu konon karena memang selera dan tuntutan masyarakat pengguna trayek tersebut begitu. “Mitosnya” penumpang akan marah kalau bisnya tidak terawat, namun mereka tidak masalah kalau bis mengalami kecelakaan.. O_o. Ga heran, di jalanan bis-bis itu menggila, ngebut dan menganggap dirinya sedan yang leluasa nyalip setiap ada celah sempit! Saya yang duduk di baris terdepan jadi merasa seperti sedang bermain game balapan 4 dimensi, apalagi ada semacam partisi kaca yang memisahkan ruang pengemudi dari penumpang.

Di benak saya partisi itu menjelma menjadi layar tv, and I can’t stop my mind to think “Yak! 100 poin bila berhasil menyalip truk gandeng!! 50 poin untuk truk tangki bbm!! 25 poin bila berhasil mengintimidasi pengendara motor didepan!! Run baby run!!” Tapi tetap terasa nyaman aja tuh… hoho, bis terawat dan sopir berpengalaman memang ga bisa bohong..

21.30 kami istirahat di suatu restoran di daerah Saprol – Indramayu yang memang khusus untuk pemberhentian bis-bis jurusan Jepara. Sudah disediakan makanan prasmanan yang termasuk dalam harga tiket, jadi tinggal ambil dan makan saja. Cuma kira-kira 30 menit berhenti disini ‘High Definition 4Dimention Racing Game’ dilanjutkan. Hoahm.. I was out of count sudah berapa point yang didapat dari salip sana sini itu, jadi mari tidur!!

24 Juni 2011

Syukurlah kekhawatiran kemacetan di jalur pantura tidak terjadi. Subuh kami sudah sholat di masjid entah apa namanya (ga ketemu plang namanya bos!) yang pasti megah dan tanpa kubah, di Semarang.

Pukul 7 kami sudah menginjak Bumi Kartini.. Woohoo.. 14 jam dan akhirnya… terminal Jepara!!! Terminalnya kecil dan sepi, atau mungkin karena masih pagi ya?!

Sejak dari bis kami sudah nawaitu jalan kaki dari terminal ke pelabuhan nih, hitung2 sambil meluruskan kaki. Apa daya, kami dihadang oleh segerombolan tukang becak yang dengan gigih (cenderung maksa) menawarkan jasanya, akhirnya hati kami luluh juga. Sebelumnya saya membayangkan jalanan antara terminal – pelabuhan itu jalan raya tapi lebih mirip jalanan di dalam kompleks perumahan, lengang.. di kanan kirinya pun berjajar rumah2 yang kalau di Jakarta bisa masuk ke kawasan elite nih..

Tidak sampai 10 menit, sampailah di Gerbang ASDP yang merupakan pintu ke Pelabuhan Jepara, terlihat KM.Muria sudah bersandar di dermaga. Berbeda dengan di terminal, di sini sudah mulai ramai. Karena menggunakan jasa tour, kami cukup ke loket menemui Bapak Ismet untuk mengambil tiket kami yang sudah di-booked sebelumnya dan menyerahkan data diri untuk manifest kapal.

Muka beleeer.. 13 jam di jalan.. hehe

Selesai, masih ada waktu kurang lebih 1,5 jam sebelum kapal berangkat, sarapan dulu lah. Warung makan di pelabuhan tidak banyak, namun menunya cukup beragam dari mulai mie instan sampai nasi pecel, lumayan daripada lumanyun kelaparan di kapal, harganya pun wajar. Pelabuhan Jepara terletak persis di sebelah Pantai Kartini, tempat rekreasi keluarga, semacam Pantai Ancolnya Jepara laaah. Dari pelabuhan terlihat landmark Pantai Kartini yang berupa kura-kura raksasa yang sebenarnya adalah bangunan Sea World .

Landmark Pantai Kartini – Jepara

Sebenarnya ingin berfoto dulu disana, namun karena tidak ingin kehabisan tempat duduk di kapal kami memilih untuk segera naik, see you on Monday Mr. Turtle!!

Didalam kapal, masih sekitar 1 jam lagi sebelum berangkat, kursi-kursi kelas ekonomi masih cukup banyak yang kosong. Kami memilih 2 baris di sisi kanan, saya duduk tepat di tepi kapal, maksudnya biar bisa lihat laut gitu, namun ternyata tidak leluasa memandang keluar karena terhalang terpal. KM. Muria mampu menampung kurang lebih 300 penumpang, terdiri dari 3 ‘lantai’: bawah untuk kendaraan, tengah untuk kabin penumpang, dan dek atas untuk ruang kendali dan area terbuka muster station (tempat berkumpul apabila terjadi keadaan darurat) yang seringnya sih buat tempat penumpang yang tidak kebagian tempat duduk.

Inilah penampakan kelas ekonomi KM.Muria, ya kursinya mirip2 metromini gitu laaah..

Kelas Ekonomi KM.Muria

Bayangkan 6 jam duduk dimari… yes layu sebelum berkembang… (Baca: Capek duluan sebelum liburan). Tapi sudah cukup bersyukur lho bisa dapat duduk disini, daripada panas2an di dek atas, kalau udah bener2 pegel duduk, di kapal disewakan matras yang cukup untuk tiduran kok.. Kalau prinsip saya sih, everything is in your mind, jadi bayangkan saja sedang duduk di First Class GIA, penerbangan 6 jam udah sampai mana tuh kan.. O:D *menghibur diri yang teramat sangat*

Tidak sampai 1 jam kemudian semua kursi sudah terisi penuh, dek atas pun sudah mulai ramai tapi entah kenapa belum berangkat juga.. Akhirnya, hampir pukul 10.00, setelah 2 kali bunyi peluit panjang, selamat tinggal Pulau Jawa…

…Dan dimulailah 6 jam mati gaya…

Cieh Ikhsaaaaan.. =))


Kurang lebih pukul 15.00, masih 1 jam tersisa dari estimasi waktu perjalanan, namun di kejauhan samar-samar mulai terlihat gundukan hijau. Makin mendekat terlihat 2 menara BTS yang menjulang,

Itulah Pulau Karimun, yang merupakan pulau utama di Kepulauan Karimun Jawa. Setelah 2 kali lagi peluit panjang, akhirnya merapat lah kami di dermaganya…

Ya Salaaam.. sekarang saya mengerti bagaimana perasaaan Jack Sparrow saat kembali menginjak daratan…Bahagia!!! Dan hey baru sampai saja sudah disambut pemandangan seperti ini.. otot2 yang kaku karena 6 jam mati gaya mendadak lemas.. 😀

Segerrrrr…


Selamat Datang di Taman Nasional Karimunjawa

Kami dijemput oleh Mas Alex, sang trip organizer, kemudian bertemu rombongan ‘teman sepermainan’ kami, mahasiswa/i dari Bandung terdiri dari 5 perempuan dan 1 laki-laki. Dengan mereka kami akan berbagi homestay dan kapal untuk hopping islands.

Disini lah kami menginap

Our Homestay

3 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang TV, ruang tamu, dapur, dan teras.. cukup nyaman..

Berbeda dengan di Sawarna, di Karimun Jawa pilihan penginapan (lihat daftarnya) banyak! Dari mulai rumah penduduk, hotel, resort mewah, bahkan wisma2 yang unik seperti Wisma Hiu dan Wisma Apung, tinggal disesuaikan dengan budget ;). Listrik di Karimunjawa hanya menyala dari pukul 17.30 hingga pukul 6.00, tapi hal itu tidak berlaku bagi penginapan yang bukan rumah penduduk karena mereka memiliki genset sendiri. Sebenarnya sih pembatasan listrik itu tidak terlalu masalah karena toh listrik padam pada jam-jam dimana saatnya bermain di luar.. 😉

First thing first setelah sampai di penginapan adalah..mandi!! woow.. terakhir mandi hampir 36 jam yang lalu.. =))

Badan sudah segar perut mulai cari perhatian, maka pergilah kami ke Alun-Alun  – suatu tanah lapang, pusat keramaian, waktu kami kesana sedang ada pertandingan sepak bola. Di pinggir dan sekitar lapangan banyak warung2 tenda yang menjual makanan, dan ini pohon besar di dekatnya nyaman sekali untuk duduk2 cantik.. hehe..

Pohon tempat duduk2 asik.. eh ada mas Alex juga kefoto.. =D

Di seberang alun-alun terdapat dermaga kecil tempat berlabuh kapal-kapal nelayan (berbeda dengan Pelabuhan Karimunjawa ya). Ah, selesai menyantap seporsi siomay khas Karimun Jawa (apa khasnya? Err.. rasanya ga jauh berbeda dengan siomay2 lain sih, cuma lebih liat dan bentuknya kotak.. hoho) sepertinya cihuy yah menunggu sunset di dermaga..

Senja di Dermaga Karimun Jawa

Kembali ke penginapan, sudah disediakan makan malam yang termasuk dalam paket tour.

Pukul 20.00, sudah mulai tepar di kamar sementara rombongan dari Bandung itu masih ramai di luar… Euh.. Penampilan boleh menipu, tapi tampaknya untuk soal stamina, perbedaan umur 6 tahun tidak bisa bohong… -___-“

There you go adek-adek.. seberat-beratnya hidup mahasiswa masih lebih berat hidup pekerja.. 😛 See you all tomorrow.. Snorkeling Day 1!!

…To be continued…

NEXT!! Karimunjawa: I Know Beyond The Doubt My Heart Will Lead Me There (Again) Soon.

Ambareeta

FYI:

  • Sebelum mengajukan cuti, pastikan dulu jadwal kapal yang akan digunakan untuk menyeberang ke Karimunjawa, karena ternyata memang sering berubah.. -___-“ (curcol), dan kadang kapal juga tidak berlayar bila cuaca buruk. Kontak Pelabuhan ASDP Jepara = (0291) 591048
  • Untuk Bus Shantika bisa booking sebelumnya, dengan menghubungi nomor telepon agen yang terdekat (ini daftarnya). Pembayaran di tempat, minimal setengah jam sebelum keberangkatan
  • Apapun operator selular yang kalian gunakan, saat berada di Karimunjawa sebaiknya sediakan nomor Telkomsel!! Sementara yang lain hidup segan mati tak mau dia dengan ‘jumawa’nya mejeng dengan sinyal 3G!!

Pengeluaran D 1-2

  • Ongkos Kantor – Lebak Bulus                       = Rp.     3.000
  • Tiket Bus Shantika Jakarta – Jepara          = Rp. 140.000 (harga musim liburan, normal hanya Rp.120.000)
  • Becak Terminal Jepara – Pelabuhan         = Rp.   10.000   /becak = 2 orang
  • Tiket kelas ekonomi KM. Muria                   = Rp.   37.500  (harga Paket Tour, harga yang tertera di tiket untuk dewasa = Rp. 28.500)
  • Sarapan Pop Mie + Aqua di Pelabuhan    = Rp.     7.500
  • ‘Lunner’ (Lunch Dinner) di alun-alun       = Rp.     7.000
  • Paket Tour diluar tiket kapal                        = Rp. 360.000  Termasuk: Penginapan (rumah penduduk), makan 9x, kapal dan snorkel gear selama 2 hari, guide, biaya masuk ke berbagai tempat wisata, foto2 underwater.

—————————————————————————————————————————

TOTAL                                                                   = Rp. 565.000

 

One response to “Part 2 Karimun Jawa: It’s Far Beyond The Stars It’s Near Beyond The Moon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: