RSS

Comfortable…

07 Jul

PS: baca lah sambil mendengarkan Comfortable-nya John Mayer.. Ga punya? Donlot! :p

Hai! Sambil menunggu lanjutan kisah saya di Karimunjawa yang karena kendala tekhnis belum juga bisa ditampilkan disini.. *maaf yah* dan daripada blog ini keliatan kayak penulisnya mendadak diculik *pengaruh berita Widi Vierra nih* karena gantung jaya begitu, mau meracau sedikit ah..

Ini sebenarnya postingan yang udah dari beberapa bulan lalu draftnya nongkrong manis di memopad menunggu untuk dieksekusi,, tapi yah, namanya manusia tempatnya lupa kan?? 😀 baru ingat lagi setelah ngobrol2 dengan teman saya, sebut saja dia Lydia *loh kenapa Lydia? Abis kalo ‘Bunga’ kayak berita pemerkosaan* beberapa hari lalu.

Jadi obrolan kami sampai ke topik seorang cowok yang pada masa putih-biru nan unyu pernah nembak Lydia, tapi dia tolak, dan setelah bertahun-tahun ketemu lagi dia jadi cakep aja loh katanya.. Ihiiiy
Beginilah percakapan kita…

Me: Yaudah kenapa lo ga coba lagi aja ama dia sih??
Lydia : Udah punya cewek!
Me : Oh, selama bendera kuning belum berkibar Ly!!
*teman sesat* *eh tapi suer saya ga kayak gitu O:)*

Lydia : He’s not my type. Bukan tipikal cowok yang gw bakal yakin seumur hidup bareng dia

DARRRRR!!! Jadi keingetlah postingan yang tertunda itu.. Makasih yah Ly.. :*

Jadi gini, sebenarnya apa sih maksudnya kalau ada orang yang bilang “aduh, cowok itu tipe gw banget” atau ya sebaliknya kayak Lydia bilang tadi “He’s not my type”

In My Sotoy Opinion, ‘type atau tipe’ disini jelas bukan ukuran luas rumah.. *liat2an sama jangkrik* tapi yah semacam kriteria yang bisa membuat saya melirik seorang pria, dan seterusnya kalau memang sejalan boleh lah yuk kita lebih dari sekedar temenan..

And btw by that term, my type of guy would be: Pria hitam manis (yup! Ga pernah tertarik sama cowok putih… jelas kalah saing cuy!), pintar, takut Tuhan O:), dan yang terpenting lucu (lucu = funny, not cute)! Nilai plus plus banget kalo punya mata yang teduh tapi nyaredet hati *bagi2 kamus bahasa Sunda buat yang ga ngerti* macam Josh Hartnett gitu… aaaah… ga.. ga.. ga.. ga kuaaat.. Dan oh ya, don’t know why I always fall for a guitarist.. :”> *ngumpet malu2* *dibalik John Mayer*

Tuhan baik hati sekali sama saya karena sejauh ini diberikan (mantan-mantan)pacar yang kurang lebih 90% lah memenuhi everything I mentioned above :). ‘Cuma’ 90% saja saya sudah sangat bersyukur karena memang mencari pacar (atau jodoh) yang punya semua karakter idaman itu ibarat mencari jerami diantara selumbung jarum (udah susah sakit pula), and in my opinion, relationship is all about adjustment to accept your loved one just the way they are. Jadi buat saya ‘type of guy’ itu bukan hal yang mutlak, lha wong yang udah 90% memenuhi kriteria dan pacaran lama aja tetep bubar kok *bukan curcol, kenyataan!*

Nah, lalu saya punya seorang teman, sebut saja dia Abi, saya kenal dia sudah hampir 10 tahun. Sepengetahuan saya, buat dia ‘type of girl’-nya itu jadi semacam Undang-Undang Dasar yang harus diterapkan dalam mencari pasangan, saklek! Well, cukup wajar sih secara he’s a high quality man himself, dan yeah memang pacar-pacarnya plek seperti semua yang dia inginkan. Long story short, tahun lalu (akhirnya) dia menikah nih, tapi yang membuat saya agak kaget adalah wanita yang menjadi istrinya itu… she’s nice and lovely.. tapi bisa dibilang tidak seperti semua yang pernah dia tetapkan sebagai kategori wanita idamannya..

Baru beberapa bulan lalu saya akhirnya sempat bertanya sama Abi, why her?!! What happen to his ‘famous’ Guidelines of Ms.Right??! dan begini lah jawaban dia:

“Suatu saat lo akan tau kalau pada akhirnya semua tipe, kategori, atau apalaaah yang selama ini menjadi dasar pertimbangan lo dalam memilih pasangan, semua akan tereduksi menjadi satu: rasa nyaman”

*JLEB*

“Memang menyenangkan memiliki pasangan yang cakep.. yang akan membuat semua orang menoleh kalau lo gandeng dia di suatu acara, yang dengan dia lo bisa ngobrol apapun karena dia pintar.. menikmati konser atau berbagai keriaan bareng karena memiliki selera yang sama.. Tapi percaya deh sama gw, saat orientasi pencarian lo sudah berubah dari sekedar seseorang untuk bersenang2 bersama, atau dalam kata lain pacaran, menjadi seseorang yang lo bisa habiskan seumur hidup bareng dia.. lo ga akan lagi terlalu peduli bagaimana penampilannya, cara berpakaiannya, selera musiknya…”

*Accio Tissue!! Accio Tissue!!*

“Alhamdulillah kalau ternyata juga dikasihnya masih yang sesuai tipe2 lo itu, dan sebenarnya bibit bebet bobot itu perlu buat menyaring calon pasangan. Tapi waktu itu, gw dihadapkan pada final decision, gw sadar yang gw butuh itu seseorang yang selalu tau bagaimana harus ngomong sama gw, dan disitu yang dibutuhkan bukan kepintaran, tapi pengertian. The understanding to know when to say ‘it’s OK, everything’s gonna be just fine’ or when to bitch slap me so I would wake up and smell the reality… In short, someone who knows how to comfort me”

“Yaaa.. mungkin itu juga kali yah yang namanya jodoh, banyak kan orang yang kalau ditanya ‘how do you know she’s the one?’ akan menjawab dengan ‘I don’t know… I just knew’, ya teori gw sih mereka merasa nyaman dengan pasangannya.. Namanya kenyamanan itu pake perasaan ga pake logika, so you feel it not know it.. Yakaliii..”

*Simple tapi berat..*

“Dan oh ya, lihat ada kata ‘aman’ dalam ‘nyaman’, jadi begitu lah… somehow lo merasa secure dengan hubungan lo, jadi segala sifat posesif, over-controlled, atau cemburu2 ga penting itu bisa dibuang..”

DUARRR!!! Hahaha dari semua ceramah panjang lebarnya bagian terakhir itu yang kayak petasan diledakin pas di samping kuping… Moment of Realization..
Setelah hampir 3 tahun, baru sadar what went wrong with my previous relationship was (maybe) ga adanya ‘aman’ itu.. Posesif,, *lirik mantan*,, over-controlled *liat kaca*,, cemburu2 ga penting,, *liat2an sama mantan* #halah

Jadi, seperti biasa apa pesan moral dari cerita ini?? Hmmm… cuma menceritakan kembali cerita teman yang menurut saya worth-reading, siapa tahu mungkin membantu untuk yang sedang bingung menentukan Mr/Ms. Right-nya ;).
Saya pernah sharing juga tentang rasa nyaman ini dengan teman yang lain, menurut dia rasa nyaman juga penting dalam pekerjaan. Iya, kalau sudah nyaman mau disuruh kerja seberat apapun, lembur selama apapun tetap dijalanin, ga pake complain, ga pake hitung2an.. Hmmm… kalau menurut saya sih, rasa nyaman sampai devoted sepenuhnya pada pekerjaan, itu namanya Passion.. *hihi. Bahas Your Job Is Not Your Career-nya Coach Rene deh ya kapan2… setelah  Karimunjawa pastinya… 😀

So, hope we’ll meet one day, soon, Dear you… Tuan (dan Pekerjaan) yang membuat saya nyaman… :”>
Ambareeta

Rasa nyaman itu sederhana, cukup kamu, aku, sepenggal kalimat, segudang rasa, dan sepotong doa yang diamini oleh Tuhan sendiri… 🙂

..As simple yet complicated as that..

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
4 Comments

Posted by on July 7, 2011 in Blablablayadayada

 

4 responses to “Comfortable…

  1. buzzlye

    July 8, 2011 at 4:01 am

    Very, very, very LIKE this!!!! ampe speechless

     
  2. nhoe

    July 8, 2011 at 7:33 am

    1st impression : “lho kok malah bahas ginian??” *berharap cerita karimun yang muncul*

    but lately,,,, aaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! *speechless* *mlongo* | berharap waktu berputar ke beberapa bulan yang lalu saat sosok abi itu masih jadi perjaka *salahin ambar*

     
  3. Nia

    July 20, 2011 at 4:04 am

    eeeeaaa,,, sama ky cerpen “Celana Panjang Hitam” gw yak? Btw, cerpen gw dlm buku antalogi itu yg CHP itu lho Mbar

     
  4. Ambareeta

    July 21, 2011 at 2:22 am

    Haha lucu ya, topik yang sama dibahas dalam fiksi dan true story.. saya makin ga sabar nunggu buku lo sampai rumah kakak ke-2.. Dan pastinya,, akan gw tunjukkan ke Abi.. 😉
    PS: masih curiga sebenarnya lo juga kenal Abi! Haha

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: