RSS

#MP!!

25 Apr

Senin pagi, di kantor,, masih dalam upaya mengumpulkan serpihan2 mood bekerja yang hancur total karena weekend yang menyenangkan *halah* mari menulis!!

Jadi, alkisah hari minggu kemarin, ada berita tentang aksi injak bendera di ultah PKS Tasikmalaya

http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=25127

Pertama kali membaca berita itu, di pikiran saya ‘okey, Another idiotic blunder..’ lalu seperti biasa @tifsembiring (mencoba) menjelaskan (tapi seperti biasa, malah ga jelas) bahwa aksi itu merupakan sumbangan dari suatu SMU, ketidaksengajaan, dan berjanji akan lebih hati2 lagi dalam penyelenggaraan acara di waktu yang akan datang.

http://m.tempointeraktif.com/2011/04/25/329743/

“Hmm.. same ngeles-bajey different day!”

Kemudian dini hari tadi ada berita ini (via @tempointeraktif)

PKS Sebut ‘Merah Putih’ Itu Kain, Bukan Bendera

http://m.tempointeraktif.com/2011/04/25/329734/

Duarrrr!!! WTFH??!!

Saya kemudian membaca beberapa tweet yang agak ofensif (menurut saya)

‘kenapa sih mesti marah bendera diinjek2? Hak, kebebasan, bahkan nyawa rakyat udah diinjek2 dari dulu, kok ga marah?’

‘..itu hanya pertunjukan, kiasan dan imaji yang dihadirkan. Dalam kiasan bermacam2 tafsir bisa diberikan, ‘Merah Putih’ bisa jadi kiasan tanah air yang sedang dilanda korupsi..’

Eh eh saya emosi loh bacanya!!!

Saya sungguh bertanya2, apa iya ada WNI yang saat melihat warna merah bersanding dengan putih, (mau diatas kain kek, batu kek!) dan gambaran pertama yang terlintas di pikirannya bukanlah bendera? Sang Saka Merah Putih!

Saya tahu, tidak boleh (dan saya juga tidak pernah berpikir untuk) ‘mensakralkan’ bendera, benda mati, namun bagi saya bendera BUKAN sekedar benda mati! Setiap Negara memiliki bendera, dan untuk bisa mengibarkan secarik kain itu, dahulu mungkin ada revolusi yang panjang, mungkin ada perbudakan, mungkin ada pemberontakan, dan pasti ada Perjuangan!

Memang tergantung dari pengertian masing-masing, Merah Putih bagi saya, bukan sekedar warna bendera. Pengertian saya akan Merah adalah darah dari sekian banyak generasi untuk semua yang bisa dengan enaknya saya nikmati sekarang. Saya melihat Putih adalah hasil penyatuan bermacam spektrum warna, warna yg melambangkan keragaman Indonesia. Maka buat saya, Merah putih = Bhinneka Tunggal Ika yang diperoleh dengan perjuangan

Indonesia yang saya tahu, adalah hasil kerja keras orang-orang yang benar-benar berpikir apa yang bisa ia berikan untuk negaranya. Mereka mungkin hanya punya nyawa, so be it! Soul, given!

Indonesia yang saya tahu, bisa ada karena sekumpulan pemuda berpikiran terbuka dan jauh melebihi jamannya yang rela melepaskan atribut kesukuan, agama, ideologi organisasi, segala macam warna-warni, untuk jadi satu dalam dwiwarna. –Sumpah Pemuda.

Mau sebobrok apapun pemerintahan sekarang, kita punya founding generation (ga cuma founding father) yang hebat, jangan pula lupakan berapa banyak yang berjuang untuk ‘merobek’ dominasi biru dari Merah Putih. Melecehkan Merah Putih berarti melecehkan mereka, metafora buruk apapun ga selayaknya diletakkan di sesuatu yang diperoleh dengan darah dan air mata.

(Sedihnya) Indonesia yang saya lihat sekarang, digerogoti oleh tikus-tikus ga tau malu yang terus menerus berpikir apa lagi yang bisa mereka ambil dari negeri ini.

(Sedihnya) Indonesia yang saya lihat sekarang, keragaman yang pelan2 coba direduksi oleh orang-orang berpikiran sempit supaya seragam, atas nama agama, suku, ideologi, dan entah apa lagi.

Ga suka dengan Indonesia yang saya dan kalian lihat? Lakukan sesuatu! jangan cuma bisa mengomel, memaki dengan kata2 kotor, atau melakukan tindakan yang ga sopan! (okey ini udah mulai personal, some people would have found out whose tweet I quoted =D)

Saya pernah membaca quote dari Pandji Pragiwaksono, kurang lebih seperti ini: ‘Anda tidak berhak menjelek2kan Indonesia dan bilang betapa Indonesia adalah negara miskin kalau tidak pernah melakukan apapun untuk menghapus kemiskinan. Anda tidak berhak menjelek2kan Indonesia dan bilang Indonesia adalah negara terbelakang kalau tidak pernah memajukan Indonesia’ I couldn’t agree more!! Berkoar2 pemerintah gagal menjamin kesejahteraan rakyat, well in fact, yes! Tapi sudah melakukan sesuatu untuk paling tidak meningkatkan kesejahteraan 1 saja sesama anak bangsa?
Come on! Life is measured by actions, not words..

Dan sebelum saya membawa tulisan ini ke arah yang (makin) ga jelas, atau mungkin menambahkan pre-judgement saya terhadap partai terkait yang akan bikin tulisan ini (makin) berat sebelah, mari diakhiri.. hehe..

Jangan pernah putus asa mencintai Indonesia
– Sri Mulyani Indriyati –

 

Ambareeta

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
Leave a comment

Posted by on April 25, 2011 in SayaSedangSerius

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: