RSS

SAWARNA! Part 1: Hah? Apa? Dimana?

22 Apr

Apa yang ada di pikiran anda saat mendengar kata ‘pantai’
Apakah itu hamparan permadani pasir putih?
Atau aliran adrenalin saat menakhlukkan ombak?
Atau trekking di gua, karang, hutan dan tebing?
Atau sekedar suasana yang tenang sambil melihat matahari kembali ke peraduan?
Pilih sendiri petualanganmu..
Sawarna, a heavenly playground

15041

Apa? Sawarna? Tukul Sawarna?? Iya iya, garing memang tapi itu lah reaksi saya waktu pertama kali dengar ‘Desa Sawarna’. Agustus 2010, pertama kali ada teman yang mengajak berlibur kesana, pertama kali tahu ada tempat yang bernama Desa Sawarna, akhirnya baru kesampaian 15-17 April lalu.

Sawarna, berjarak kurang lebih 230 km dari Jakarta, berada di paling ujung propinsi Banten. Pedesaan yang hijau dikelilingi oleh pantai berombak besar khas laut selatan, bersih, sepi, dan belum banyak tersentuh modernisasi. Selain pantai, Sawarna juga terkenal akan gua-gua alamnya yang dialiri sungai bawah tanah. Dari segi kekayaan alam, Sawarna menghasilkan batubara dan juga hasil pertanian seperti padi, dan kelapa. Tidak berlebihan bila desa ini dijuluki a hidden paradise =).Hidden, karena terhitung asing di negerinya sendiri, namun sudah sejak lama menjadi tempat tujuan surfing internasional. Hidden, karena memang butuh perjuangan untuk sampai disana, hanya orang2 yang ‘tercerahkan’ dengan pengetahuan dan rasa penasaran akan keindahan Sawarna serta berbekal niat yang kuat saja yang akan sampai kesana. =P

Untuk menuju Sawarna yang tepatnya berada di kabupaten Lebak – Banten, ada 2 jalur yang biasa dilewati. Pertama melalui Jakarta – Serang – Malingping – Bayah – Sawarna, yang banyak menyuguhkan pemandangan laut pantai selatan dan hutan yang mempesona. Tetapi, kondisi jalan menuju Malingping rusak parah, sampai2 pernah ada yang bilang jalur ini cocok untuk para masochist-traveler, pelancong yang senang menyiksa dirinya sendiri =)). Jalur  yang kedua melalui Jakarta – Bogor – Sukabumi – Pelabuhan Ratu – Sawarna. Memang jalur ini rawan macet, dan memasuki Sukabumi akan banyak ditemui tanjakan,turunan, tikungan, tapi kondisi jalannya lebih baik walau ga sepenuhnya mulus,

Sawarna adalah pengalaman pertama saya  ikut tur tanpa teman, hehe anak ilang! Saya tahu tentang trip ini dari Pesona Jawa yang mengirimkan event invitation di Facebook, kadung penasaran ayolah jalan!! Hohoho gimana rasanya jalan2 dengan orang2 yang belum dikenal?? Sempat agak deg2an norak karena cemas yang tidak jelas, tapi SERU ternyata!! =D

Berdasarkan itinerary, meeting point adalah di Museum Bank Mandiri jam 8 malam, well since first impression does matter, jadi saya membuat peserta tur lain ‘terkesan’ dan lebih mudah mengingat nama saya dengan…datang terlambat!! XP apa mau dikata, banyak godaan dan hambatan di jalan, dari mulai Whopper gratisan, busway mogok di glodok, sampai salah pintu keluar dari stasiun Kota.. =D Akhirnya, jam 9 malam,, the journey begins…….

Jumlah peserta tur Sawarna kali ini adalah 16 orang, termasuk 2 orang ‘yang punya gawe’, Mas Marsad dan Mas Dareng. Walaupun kebanyakan dari kami belum pernah saling mengenal sebelumnya, tapi perjalanan ga terasa garing tuh, I’m with perfect company =). Kami menuju Sawarna dengan menempuh jalur 2, karena berangkat malam hari, perjalanan lancar jaya.. cuma sempat terjebak macet di kawasan Sukabumi..

..to be continued..

Sawarna, From Rise to Rest

 
 

One response to “SAWARNA! Part 1: Hah? Apa? Dimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: