RSS

Sebelas September Dua Ribu Tiga Belas: Hari Inspirasi

Pukul 6 lewat 30 menit, diantar Bapak, saya menuju SDN Karang Tengah 1. Siap gak siap, siapin! :lol:. Rasanya kayak balik ke 10 tahun lalu saat hari pertama masuk SD *umpetin KTP*. Ditambah pula si Bapak waktu di gerbang sekolah bilang “berani sendirian kan? gak usah ditungguin? Jangan nangis ya kalo dinakalin temennya” :’D, GIMANA GAK TAMBAH NERVOUS ATUH LAH PAAAK! Kami dipinjami ruang guru untuk dijadikan markas darurat. Oya, karena ruangannya terbatas, ruang guru dan ruang Kepala Sekolah berada dalam satu ruangan dan cuma disekat dengan lemari. Ruang guru juga hanya berisi sebuah meja besar plus beberapa kursi dan hari itu semuanya kami kuasai, duh maaf yah bapak ibu guru terpaksa mengungsi (entah kemana) *salim*

Pengumuman KI - SDN Karang Tengah 1

Woro2 tentang Kelas Inspirasi di ruang guru

Sesuai pengumuman di atas, pukul 7 bel yang sumpah bunyinya annoying banget berbunyi dan murid-murid dibariskan di lapangan untuk perkenalan singkat. YA AMPOOON ITU RASANYA UDAH MAU PINGSAN MAMAAAAA… 😆 😆 😆 Ya, di sini lah (ternyata) puncak segala dag dig duer hore yang dimulai dari 2 minggu sebelumnya ini. Bukan di depan kelas, tapi di pinggir lapangan saat pertama kalinya berhadapan dengan wajah bocah-bocah itu pada hari H *tsaaah*. Dibuka oleh ibu guru yang menjelaskan bahwa hari ini ada yang beda lhooo kemudian bergantian kami memperkenalkan diri.

Upacara perkenalan

Upacara pembukaan sekaligus perkenalan

Halo adek-adek, pekerjaan kakak adalah... Tukang Obat Keliling

Halo adek-adek, nama kakak Ambar, pekerjaan kakak adalah…

Dan saya memperkenalkan profesi saya sebagai……Tukang Obat Keliling 😆

Setelah kehabisan akal dan waktu untuk mikir bagaimana menjelaskan profesi saya sebagai Monitoring and Evaluation officer di suatu project yang didanai oleh donor asing tapi dijalankan oleh kementerian, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjelaskan dari pendidikan dan sekaligus profesi saya sebelumnya, yaitu Apoteker :lol:. Baru lah kemudian saya akan bercerita bagaimana sih ilmu apoteker ini masih sedikit berguna di pekerjaan saya dimana saya kadang harus bepergian ke daerah….nah jadi lah Tukang Obat Keliling! 😆 Hari ini saya akan mengajar Alhamdulillah, puji Tuhan, segenap dewa-dewi dan alam semesta sehingga saya tidak kebagian di kelas 1 kelas 5A, 5B di sesi pagi lalu 1 kelas lagi di sore, kelas 3B. Waktu untuk masing-masing kelas adalah 1 jam. Saya langsung bertugas di jam pertama.

Walaupun mengajar anak usia SD bukan lah hal baru bagi saya, tapi berdiri di depan kelas berhadapan dengan 40 pasang mata yang menatap penasaran….terbanglah semua Lesson Plan *dadah2*. Setuju sekali dengan yang pak Hikmat, executive director Indonesia Mengajar, bilang: kalau sudah di depan kelas BOMBER-B, B pertama itu bukan BANG tapi BLANK!! 😆 Untunglah saat briefing kami diajari satu “jurus” yang bernama Power Woosh! Idenya, gimmick itu adalah untuk memberikan semangat/apresiasi, kami menyebut power woosh kami sebagai Superman Woosh and it went like:

Me: Adik-adik kalau kakak bilang JAGOAN SDN KARANG TENGAH 1! kalian semua berdiri, tangan kalian posisinya seperti Superman yang sedang terbang dan teriak kencang2 “TETERET TEREEEEEEEEEET” lalu “WOOOOOSH!” sambil kalian seperti melempar bola ke kakak yaaaa…

WOOOOOOOSSSSHHHH!!!

WOOOOOOOSSSSHHHH!!!

Jurus yang ternyata ampuh beneran untuk menyuntikkan energi, mencairkan suasana, mengulur waktu untuk berpikir dan pastinya menghilangkan nervous! 😆 Dan selanjutnya saat gantian anak-anak itu memperkenalkan diri dan cita-citanya, semuanya sudah mengalir begitu saja 🙂 Seperti sudah diduga, cita-cita anak-anak itu sebagian besar adalah dokter dan pemain bola….dan tidak ada satu pun yang tau ada profesi yang namanya Apoteker 😆 😆 😆

Saya: Kalau kalian beli obat di mana???
Anak2: Dokteeeeeeeerrrr
Saya: Dokter yang periksa, tapi dokter gak boleh ngasih obat cuma boleh kasih resep. Nah resep dari dokter kan ditukar obat, yang ngasih obat siapa??
Anak2: Susteeeeeeeer
Saya: Pernah lihat ini kan? *tunjukkin gambar Apotek Century, Guardian, dsb”, tempat ini apa namanya???
Anak2: Apotiiiiiikkkk
Saya: Yang kerja di apotik disebut apa??
Anak2: Dokteeeeeeeerrrrr…Susteeeeeeerrrr….Tukang Obat kayak kakaaaaak (jawaban bervariasi – red)
Saya: *merasa salah karir*

Saya menggunakan media karton bergambar untuk mengajar, ceritanya sih supaya benar-benar menghayati bagaimana rasanya menjadi guru di SD Negeri alasan lainnya sih juga karena saya gak sempat untuk buat presentasi elektronik yang menarik, haha. Selain itu saya juga membawa beberapa contoh jenis obat yang (ternyata) masih jarang mereka lihat seperti lozenges, effervescent, kapsul lepas lambat, dan juaranya…..sirup kering! Gak ada yang percaya waktu saya bilang ada obat yang namanya sirup kering sampai mereka lihat sendiri penampakannya. 😆 😆 😆

Narsis Hore!! :P

Narsis Hore!! 😛

Saking asiknya saya tidak mendengar bel yang menandakan pergantian pengajar sudah berbunyi, tau-tau mbak Nila Tanzil yang di giliran berikutnya mengajar di kelas 5A ini juga sudah menunggu di depan pintu, yang berarti….serius sudah sejam?? Huaaaaa tidak terasa sama sekali!! :’). Saya punya waktu 1,5 jam sebelum giliran saya berikutnya di kelas 5B, waktu yang cukup untuk jajan cilok dari abang-abang AMIGOS (Agak Minggir Got Sedikit) di depan sekolah 😛

Setelah kelas perdana tadi, dua kelas berikutnya jadi lebih lancar tanpa beban dan kesulitan berarti *suombong*. Saya juga sempat membantu teman saya Tian yang menjelaskan pekerjaaannya sebagai Learning and Development Specialist dengan membuat Pelatihan Membuat Burung Bangau Kertas :D. Yaaah maklum fetish origami seperti saya ini gak bisa lihat kertas nganggur xD, apalagi sebenarnya saya juga sudah mempersiapkan sesi lipat melipat juga tapi waktunya gak memungkinkan.

Dari tulisan-tulisan para “alumni” Kelas Inspirasi yang sudah saya baca untuk menenangkan diri dan menguatkan hati untuk tidak menyatakan mundur saja  bisa ditarik kesimpulan bahwa saat berada di depan kelas walaupun sudah berbekal Lesson Plan semantap apapun, selalu expect the unexpected. Untungnya the unexpected saya tidak “seseram” pengalaman mereka yang muridnya ada yang menangis, terlalu hiperaktif atau justru terlalu pasif. No, the unexpected yang saya temui di kelas 5A ini adalah pertanyaan seperti “kakak dulu cita-citanya memang apoteker? kok bisa jadi apoteker?” atau “kakak, kata kakak semua orang harus punya cita-cita orang yang udah gede juga, jadi cita-cita kakak sekarang apa?” :D. Ada juga sih yang tonjok-tonjokan lucu di belakang kelas, tapi belum sampai ada yang menangis dan masih bisa didamaikan, jadi all iz well lah 😀

Tenggelam diantara keriaan bocah-bocah kelas 3 nan oenyoeee :*

Tenggelam diantara keriaan bocah-bocah kelas 3 nan oenyoeee :*

Di kelas terakhir, adik-adik menulis dan menempelkan cita-citanya di Pohon Cita-Cita. Filosofinya adalah di usia mereka ini saatnya mereka mulai menanam cita-cita yang disimbolkan dengan pohon dan memupuknya dengan rajin belajar hingga suatu saat nanti mereka akan memetik buahnya 🙂

Pohon Impian SD Karang Tengah 1

Pohon Impian SD Karang Tengah 1

Sebagai penutup, kami kembali berkumpul di lapangan. Rencana awalnya sih akan ada pelepasan balon tapi….ternyata susah ya cari tukang balon 😆 Diwaliki oleh mas Maskur kami mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah mengijinkan kami menginvasi kelasnya, dan pastinya juga kepada adik-adik yang telah bersedia mendengarkan kami seharian :P. Tidak lupa Superman WOOSH dan ramai-ramai meneriakkan tagline Kelas Inspirasi

Kelas Inspirasi…… Bangun mimpi anak Indonesia!!!!

Membangun mimpi anak Indonesia!!

Bangun mimpi anak Indonesia!!

Sampai jumpaaaaaaa....

Sampai jumpaaaaaaa….

I wish I could properly describe the twinkle on kids eyes that day. Binar mata penasaran melihat berbagai hal baru yang kami bawa, binar mata saat bercerita cita-cita mereka, saat menerima permen karena bisa menjawab pertanyaan, saat berfoto, dan…saat mereka bertanya “kak, kapan datang ngajar lagi?” :’)

CHEERS!

CHEERS!

Dan pastinya yang membuat Hari Inspirasi ini makin amazing, teman-teman jagoan kelompok 9 Kelas Inspirasi Tangerang!! Yang sampai tulisan ini dibuat, masih saja seruuu, semoga tidak ada lagi pundung2 diantara kita ya… :’) *internal*

Jagoan Kelompok 9 KI Tangerang!!

Jagoan Kelompok 9 KI Tangerang!!

Eh eh eh ini video Hari Inspirasi kami looooh.. 😀

Dan kalau video itu masih terlalu singkat untuk menggambarkan how we had so much fun on that day, here it is, the testimonials written from our very deepest heart *halah*

Testimonial Hari Inspirasi Kelompok 9_1

Testimonial Hari Inspirasi Kelompok 9_2

Dan selesai lah Hari Inspirasi, tapi apakah sudah sampai sini saja? Oh (ternyata) tidak. Beberapa hari sesudahnya seluruh relawan KI Tangerang, Bekasi dan Bogor diundang untuk mengikuti refleksi, semacam gathering untuk saling curcol, bernostalgia dan mengapresiasi satu hari spesial yang sudah berhasil kami lewati. Satu pertanyaan saat refleksi yang membuat saya benar-benar berpikir adalah “Jika anda memiliki anak, adik, atau keponakan yang berusia SD, maukah Anda memasukkan mereka ke SD tempat Anda menjadi volunteer di Hari Inspirasi kemarin? Mengapa?” Hmm..

Jawaban saya (dan seluruh teman-teman di kelompok refleksi saya) adalah tidak! Bukan bermaksud merendahkan, tapi saya terbayang kembali lapangan sempit yang untuk upacara saja harus bergantian, perpustakaan merangkap lab komputer dengan buku-buku alakadarnya yang entah kapan terakhir kali dipinjam, kemudian kelas yang berisi begitu banyak murid… 😐 Saya dulu bersekolah di SD yang kurang lebih sama kondisinya, tapi itu 10…errr oke, 20 tahun lalu, apakah berlebihan bila sekarang saya mengharapkan sesuatu yang lebih baik?

Karena pertanyaan itu saya jadi sadar “iuran” kehadiran sehari kami di sekolah yang terpenting bukan lah untuk “membeli” pengalaman berbagi inspirasi, tapi untuk mengalami dan meng-capture sendiri suka atau tidak ini lah potret dunia pendidikan saat ini. Apa yang saya temui di SD Karang Tengah 1 pasti masih jauuuuhhh lebih baik dari banyak tempat lain di negeri ini, paling tidak masih berada di kota dengan akses yang mudah, bagaimana dengan di pelosok yang untuk sampai ke sekolah saja murid-murid harus naik perahu atau berjalan kaki berkilo-kilo meter? Bicara soal bangunan, tidak perlu jauh-jauh, ada sebuah SD Negeri di Bogor yang 3 dari 6 kelasnya ambruk sehingga kegiatan belajar harus dilakukan di teras, dan itu sudah berlangsung selama 3 tahun walaupun sudah berkali-kali sekolah mengajukan permohonan perbaikan. Potret tersebut akan semakin gelap apabila dalam frame dimasukkan juga fakta bahwa ada sekian juta anak usia wajib belajar yang menghabiskan waktunya setiap hari bukan dengan belajar di sekolah tapi mencari uang di jalanan,

Suck it is 🙂 tapi daripada sekedar mengutuki kegelapan lebih baik menyalakan lilin bukan?

lanjutan pertanyaan yang membuat saya berpikir tadi adalah pertanyaan lain yaitu “Setelah melihat sendiri kondisi sekolah yang kurang lebih menggambarkan potret pendidikan Indonesia secara umum, dan Anda tidak suka, apa yang akan Anda lakukan? setelah Kelas Inspirasi, what next?”

*brb* *cari lilin dan korek api*

Ambareeta

Credit Title :p

Foto koleksi adek dan mbak fotografer2 yang dengan sabar memilah-milah ribuan foto: Hana Sayyida dan Oudy Hutagalung
Video karya mamang videografer yg dengan lapang dada menghadapi segala pertanyaan dan sindiran yang intinya adalah “videonya udah kelar belum??” : Rizaldi Fakhruddin 
Testimoni (dan ebook, dan apel, dan pohon mimpi pokoknya semua yang menyangkut gambar menggambar) hasil karya mas Komik: Haryadhi
 
Leave a comment

Posted by on October 27, 2013 in Uncategorized

 

Menuju Sebelas September Dua Ribu Tiga Belas

Sebelas September Dua Ribu Tiga Belas, salah satu hari bersejarah dalam hidup saya *halah*, dimana saya dan 10 orang profesional lain plus 2 orang fotografer dan 1 videografer belajar jadi guru sehari dan (khusus untuk hari itu) mendapat gelar yang berat banget, “inspirator” *tsaaaah*. Sudah hampir sebulan tapi karena sudah kadung janji dengan diri sendiri bahwa saya akan menuliskan pengalaman hari itu (dan mengabaikan saja postingan tentang Kiluan yang masih stuck di part 2 padahal katanya masih to be continued 😆 serta tumpukan draft postingan lain), so here we go!

Saya baru tahu Kelas Inspirasi akan digelar di kota Tangerang, Bekasi dan Bogor 3 hari sebelum batas akhir pendaftaran! Tapi masih mending sih…waktu Kelas Inspirasi Jakarta baru tau ada kegiatan semacam itu pas hari-H, telat total! Gak mau nyesel untuk kedua kalinya langsung lah saya buka form pendaftaran (walaupun butuh waktu 2 hari akhirnya untuk cari wangsit melengkapi form tersebut).

Tanggal 26 Agustus 2013 saya lihat nama saya di list relawan pengajar Kelas Inspirasi Tangerang! Setelah sehari sebelumnya agak2 mellow galao karena di tanggal 25 yang katanya adalah pengumuman hasil seleksi kok saya gak dapat email ya, sementara di timeline @KelasInspirasi sudah me-RT beberapa orang yang bilang dia diterima (ternyata orang-orang itu daftar untuk KI Bekasi atau Bogor) =(( *nangis di tiang bendera*. Siangnya baru lah email yang dinanti2 tiba, “Selamat Bergabung di Kelas Inspirasi Tangerang” judulnya 😳

Abis itu baru mikir….ini saya mau nerangin apa ya??…bagaimana menjelaskan pekerjaan saya ke anak SD sementara teman yang seumuran tapi pekerjaannya di luar bidang pekerjaan saya saja suka bingung apa sih Monitoring and Evaluation Officer itu??…bagaimana kalau anak-anaknya gak tertarik..bagaimana kalau sayanya blank mendadak di depan kelas…dan beeeerbagai “bagaimana-bagaimana” lainnya :D. Tapi di email tadi selain pemberitahuan tempat dan waktu untuk briefing juga ada pemberitahuan bahwa akan ada workshop singkat tips dan trik mengajar. Oh baiklah…mari stress nya ditunda sampai setelah briefing saja 😆

31 Agustus 2013, di gedung Titan Center saya bertemu dengan wajah-wajah yang sama nervousnya dan ternyata juga punya trik yg sama untuk mengatasi nervous yaitu SKSD! Hingga akhirnya saat briefing dimulai saya sudah berkenalan dengan lebih dari 10 orang walaupun gak ada satu pun yang jadi teman sekelompok. Oya, saya dapat kelompok 9, dan terbukti 9 is still my lucky number karena anggotanya kayak kata lagu paling hits saat ini, ASIK ASIK JOSS!! 😆

Beberapa hari sebelum briefing kami sudah dikirimi modul pelaksanaan pengajaran, yang isinya diantaranya adalah tentang bagaimana membuat Lesson Plan, Do’s and Don’ts, manajemen kelas, dll. Nah di briefing lah waktunya untuk mempermalukan diri mempraktekkan itu semua!! Kita diajarin berbagai macam gimmick untuk ice-breaking, menghadapi kelas yang rusuh, “menghidupkan” kelas, dan lain-lain… pokoknya seru deh!

Struktur pengajaran Kelas Inspirasi

Struktur pengajaran Kelas Inspirasi

Dan inilah Kelompok 9 Kelas Inspirasi Tangerang

First shot together, baru kenal masih malu2 xD

First shot together, baru kenal jadi masih malu2 xD. Cuma 11 orang (yang baju oren gak termasuk karena dia fasilitator) dari total 14 orang. 2 orang gak bisa hadir, 1 orang yang ngambil foto ini

Tugas pertama kami adalah….Survey lokasi tempat kami mengajar, SDN Karang Tengah 01 Tangerang. Dekat dari rumah sodara sodara! :’), padahal bayangannya waktu dengar KI Tangerang itu bakal dapat daerah macam Ciputat, Cimone… :roll:.

Ternyata gak susah menemukan SDN Karang Tengah 01 ini karena sejak briefing kami sudah diberi tahu ada “landmark” yang cukup mencolok di sampingnya yaitu Tempat Pembuangan Sampah! =D Tak heran begitu kami memasuki tempat parkir langsung disambut bau aduhai yang untungnya tidak tercium begitu kami masuk ke dalam lingkungan sekolah (atau hidung kami yang akhirnya terbiasa, entahlah). Ternyata calon SD tempat kami mengajar itu kecil sekali. Dalam satu komplek ada tiga sekolah dengan lapangan yang sempit sampai2 untuk upacara bendera saja ketiga sekolah itu harus bergantian. Masing-masing kelas terbagi menjadi A dan B dengan rata-rata murid 40 orang dan karena keterbatasan ruangan maka ada kelas pagi dan siang, yang berarti kami harus standby mengajar dari jam 7 pagi sampai setengah 5 sore! 😯

Satu komplek 3 sekolah, SDN Karang Tengah 01 cuma sederet bangunan di sebelah kanan (foto kanan-atas)

Satu komplek 3 sekolah, SDN Karang Tengah 01 cuma sederet bangunan di sebelah kanan (foto kanan-atas)

SDN Karang Tengah 1

SDN Karang Tengah 1

Survey done! PR berikutnya adalah merancang segala detail hari H, seperti pembagian kelas, opening dan closing “ceremony”, “signature” gesture yang mau kita pakai, kenang-kenangan untuk anak-anak dan sekolah…pokoknya S E M U A printilan tekhnis deh. Sekalian Ardi si mamang pideografer mau mulai ambil gambar dan kebetulan pula tempat kita brainstorming baguuus deh di tepi kolam renang… makasih mbak Nila Tanzil udah open apartment berikut snacknya *loh*

Kelompok 9 Kelas Inspirasi Tangerang - Brainstorming

Deg-degan dan bingung mau ngajar apa sih 2 minggu tapi nyatanya saya baru membuat lesson plan dan belanja semua bahan ngajar 2 hari sebelum hari H 😆 😆 😆 😆 :lol:. Kebagian pula tugas kelompok saat H-1 yaitu menggunting jutaan apel2 macam gini (oke “jutaan” itu lebay, but it’s still A LOT anyway

Buah Cita-Cita

Buah Cita-Cita…yang kayaknya percetakannya ngitungnya kiloan deh bukan lembaran saking ora uwis uwis itu guntinginnya.

Apel2 ini untuk tempat adik-adik menulis nama dan cita-citanya untuk kemudian ditempelkan di Pohon Cita-Cita yang dengan cantiknya didesain oleh mas Komik, Haryadhi sang Ilustrator. Baru pulang liburan tanggal 10 September pagi loh masnyaaa, langsung desain dan cetak 12 lembar Pohon Cita-Cita plus jutaan buah apel *sembah mas Komik*

Dan ini “senjata perang” saya menghadapi murid-murid kelas 3A, 5A, dan 5B.

"Senjata Perang"

“Senjata Perang”

H-beberapa jam itu deg-degan nya udah gak tau lagi deeeeh… kayaknya menjelang sidang sarjana atau sidang profesi gak sampai begini, mungkin cuma bisa dikalahin sama deg-degannya mau akad nikah, tapi karena saya belum pernah ngalamin akad nikah that statement is still debatable *lah*. Dan seperti biasa, saat terjebak di situasi semacam ini, saatnya mengeluarkan mantra andalan “que sera sera… what will be, will be” 😆

SDN Karang Tengah 01…..WE’RE COMING!!!

….to be continued….

PS: Untuk info lebih lanjut tentang Kelas Inspirasi, jangan malu-malu lho ya… silahkan ke www.kelasinspirasi.org 😀

 
Leave a comment

Posted by on October 10, 2013 in Uncategorized

 

Kiluan Part II! : Tanjakan, Turunan, Kelokan Menuju Kiluan.

17 Mei 2012..

…And the adventure begin. Tepat pukul 20.00 sampai stasiun Gambir dan cari-carian sama Melvi yang entah kenapa nunggu di pintu sebelah mana sementara Damrinya ada di mana *sigh* . Setelah menjadi bulan-bulanan karena membawa koper DAN BACKPACK pada saat ke Karimunjawa, I thought she learnt… But there she was with her old backpack, strolling EVEN BIGGER suitcase *sigh*. In fact she did learn something from our trip back then, but the lesson was a whole lot different from what  we’ve tried to teach. Menurut dia, justru dia belajar bahwa membawa backpack besar selain koper (yang juga besar) itu penting karena pada akhirnya backpacknya itu yang berjasa sebagai tempat penitipan barang2-barang kami saat bermain dan tas-tas ditinggalkan di penginapan. Iya juga sih *skak mat*.

Tepat pukul 21.00, Damri kami berangkat dari Gambir. Woooowww Damri kelas eksekutif itu nyaman yah! *norak, maklum baru pertama kali naik* reclining seat dengan space yang luaaaas, plus selimut dan bantal. Sebelum pukul 00.00 kami sudah naik ke kapal ferry, dengan membayar ekstra Rp.8000 masuk ke kelas eksekutif dengan kursi yang lebih nyaman dan ruangan ber-AC bebas rokok. Kapal ferry ini jauh lebih besar dari KM. Muria yang kami naiki ke Karimunjawa, tapi ternyata gerakan ombaknya cukup terasa ya. Lupa membawa antimo (obat anti mabok untuk molor) jadi ya dinikmati saja lah, paling tidak untuk kali ini pemandangan di depan dan belakang bukanlah gundukan kelapa dan pisang 😀 tapi televisi yang memutar entah film apa dibintangi Jacky Chan.

Pukul 03.00, tanpa peluit panjang yang menandakan kapal akan berlabuh (atau mungkin ada tapi ga kedengeran karena saya ketiduran?) penumpang sudah dipersilahkan untuk kembali ke kendaraan masing-masing. We Meet Again Sumatera!! Bus sempat berhenti di restoran dan sempat GR bakal dikasih late dinner tapi tiket 150ribu ternyata cuma cukup untuk snack sepotong roti dan segelas air mineral sodara2 *ya menurut nganaaaa???!*

Pukul 05.00 kami akhirnya sampai di Stasiun Tanjung Karang Bandar Lampung, dan yang jemput kesiangan doooonkkk, baru bisa sampai jam 7, untung ada warung nasi yang sudah buka (atau memang ga pernah tutup?). Daripada ga jelas, yuk ngopi2 dan liburan juga belum lengkap tanpa makan Pop Mie :’).

Oya, soal jemputan dari Bandar Lampung ke Kiluan, ini lah masalah kami yang kedua :D. Karena keterbatasan sinyal selama saya tugas di luar kota beberapa hari sebelumnya, Kamis pagi a.k.a beberapa jam sebelum berangkat ke Kiluan saya baru menghubungi Kang Tatang, contact person kami dari @KiluanDolphin. Tapi, bagai petir di siang bolong *halah* Kang Tatang mengabarkan kalau dia tidak bisa menyediakan transportasi dari Bandar Lampung ke Kiluan *JEGERRRR*. Ya itu tadi, berhubung kami berlibur di luar jadwal normal saat yang lain sudah sampai di Kiluan kami baru akan berangkat dari Jakarta *getok Melvi*. Masih untung saya menghubungi Kang Tatang saat dia masih di Bandar Lampung, kalau sudah sampai di Kiluan ya wassalam entah bagaimana nasib kami karena di Kiluan tidak ada sinyal. Mau dibatalin? nanggung lah… akhirnya kami menyewa 1 mobil berikut sopir, rekomendasi dari Kang Tatang juga, untuk mengantarkan kami ke Kiluan, dengan kesepakatan harga paket tour dikurangi. Oh baiklah… ongkosnya memang jadi lebih mahal karena kami menyewa 1 mobil hanya untuk berdua, tapi daripada nggak berangkat!

Jam 07.00, Pak Toni dan APV burgundy nya datang, selain kami ternyata masih ada 2 mobil lagi yang masih menunggu tamu dari Palembang sama-sama akan menuju Kiluan tapi ke homestay yang berbeda. Bandar Lampung sepertinya kota yang menyenangkan yah?! (yaaaa paling tidak lebih menyenangkan dari Jakarta, IMO), jalanan lengang, dan hampir disetiap pintu bangunan dihiasi oleh Siger (lambang Lampung, semacam mahkota yang digunakan oleh pengantin wanita Lampung) baik gambar maupun bentuk tiga dimensional. Bahkan sebenarnya waktu merapat di Bakauheni bisa terlihat ikon wisata Lampung yang juga merupakan titik nol Sumatera di bagian selatan, Menara Siger, tapi kami gak lihat sih :P. Bentuknya seperti ini.

Menara Siger, Bandar Lampung. Copyright http://www.wijananko.nett

Kalau Siger dalam bentuk aslinya pernah lihat di pernikahan teman yang memakai adat Lampung, cantik, tapi berat yah sepertinya XD.

Makin jauh meninggalkan kota pemandangannya lebih menyegarkan mata, pohon-pohon besar, sawah, perkebunan coklat, bukit barisan, tambak udang, pantai… Ya, kira-kira satu jam setelah perjalanan, mobil melewati pantai yang menurut Pak Toni bernama Klara alias Klapa Rapet *aeh maksa*

Airnya bening walau tidak terlihat gradasi biru hjau yang saya cinta, pasirnya tidak terlalu putih tapi halusss, tapi sayang garis pantainya sempit.

Di Klara

Untuk masuk ke pantai Klara harus membayar karcis, tapi kami masuk di area yang tidak dipagari, jadi gratis :D. Di tempat yang dipagari (berbayar) berjejer saung-saung yang disewakan dengan harga Rp. 25.000.

Perjalanan masih panjang!

Lanjut, kami melewati perkampungan nelayan, dengan rumah2-rumah panggung di tepi dermaga. Look, bukit-bukit hijau dan perkebunan macam itu yang kami lewati sepanjang perjalanan, gimana gak bikin mata segar?! Juga melewati tambak udang yang sedang dibangun. Sebagai anak Jakarta yang ga pernah lihat beginian, wajib lah turun dan foto2 (Ini kapan sampainya di Kiluan?! XD).

Menuju Kiluan. Perkampungan nelayan – Pembangunan tambak udang

Lanjut perjalanan, kami memasuki jejeran rumah panggung dan hamparan bijih coklat yang sedang dijemur. Dan disinilah offroad dimulai…. Jarak antara Bandar Lampung – Kiluan sebenarnya hanya sekitar 70 km, tapi terasa berat karena medan dari desa Bawang menuju Kiluan itu rusak parah =$. Lubang dimana-mana, tanjakan turunan, tebing di pinggiran =D. Kalau sebelumnya sempat mbatin ‘mahal juga yah sewa mobilnya” tapi setelah melihat medannya jadi pengen bilang “eh pak serius ini harga sewanya sebanding ama biaya perawatan mobil??! ganti ban?? belum kalo baret2??! di Jakarta mana ada rental yang mau??!!” Tapi gak jadi karena khawatir Pak Toni jadi beneran ngitung 😛 sementara susah ceu cari ATM disana… *ngeles jaya*. Menurut Pak Toni, jalan itu sudah lebih bagus dibandingkan beberapa tahun lalu (o_O”).

Kurang lebih jam 11, sampailah kami di Gerbang Kiluan. Tentunyalah foto2 lagi 😀 dan saking asiknya…perlu Pak Toni ngomong “liat itu di belakang kalian” untuk sadar…..

Selamat Datang di Teluk Kiluan….. capek yah?? gak dong kalo udah liat di belakang ada apa.. =D

….capek 12 jam terbayar di sini 🙂 Teluk dilihat dari atas.

Dari sini jalanan turuuuuun tajam, melewati sungai kecil, jembatan kayu.. 😀 gokil! Tapi pemandangan unik yang paling tidak terduga adalah, kami melewati perkampungan Bali, lengkap dengan pura dan rumah dengan arsitektur khas Pulau Dewata karena memang da sekitar 30an KK transmigran dari bali. Setelah mampir sebentar ke perkampungan nelayan akhirnya tiba lah kami di basecamp Anak Abah. Sampai?? Eits, beluuuummm… Rumah yang masih dalam tahap pembangunan ini cuma tempat singgah buat para tamu, pondoknya sendiri di seberang. Di perkampungan nelayan ini saya melihat beberapa guesthouse sih, tapi sayang sepertinya kurang terawat :(. Kurang lebih 10 menit kemudian, perahu kami yang biasa disebut jukung itu datang… and here was the freaking out moment! :D.

Iya sih sebelum berangkat udah konsultasi sama mbah Google dan melihat gambarnya itu jukung, dan juga sebenarnya pernah naik di Lovina, tapi at that moment dengan kondisi barang bawaan yang cukup banyak (didominasi oleh koper Melvi pastinya!) tanpa life vest, dan masih car lag *halah* entah kenapa agak ngeri juga ya ceu naik ke atas jukung yang sempit, dan kalau membayangkan dengan kapal ini pula kita akan menuju Samudera Hindia buat berburu dolphin….hahahaha *ketawa stress*

Pelayaran pertama dengan jukung ini untungnya tidak sampai 10 menit (itupun kita berdua pegangan erat2 di pinggiran perahu XD) sampai lah di sepetak pantai pribadi milik Anak Abah dengan ‘landmark’ nya, dermaga. 😀

Anak Abah’s Creek *halah*

Ini loh yang namanya Jukung

And the view was…breathtaking

Pasir putih, laut jernih yang tenang, pantai yang teduh, pondok kayu, rumah pohon, tenda warna-warni…. ah, pictures would tell it better lah.. 😀

Tampak depan pondok Anak Abah. Foto diambil hari ke-3 waktu tenda2 sudah jauh berkurang sih.. tapi tetep rimbun nan adem ceu..

Abaikan Melvi, objek utamanya adalah tenda-tenda dibelakang. Kuning paling kiri itu tenda kami

Pondok Anak Abah biarpun sederhana tapi nyaman, ada kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, teras. Yang nginep di tenda pun ga perlu khawatir, disediakan alas tidur dan sleeping bag jadi ga perlu bawa sendiri. Kamar mandi? Dari cerita-cerita perjalanan ke Kiluan yang saya baca ada beberapa pondok yang kondisi kamar mandinya memprihatinkan, tapi disini ada 3 kamar mandi dengan kondisi yang OK kok. Air bersih? ada! segar banget lagi dan tinggal buka keran! jangan khawatir harus nimba sumur wahai kau anak-anak kota yang manja :D, tapi ya sadar diri yah.. berhemat! karena dipakai ramai2 dan pompanya pakai listrik dari genset, hanya dinyalakan dari jam 6 pagi sampai 6 sore. Yang gak ada di pondok itu cuma satu, sinyal!! 😀 operator yang jangkauannya paling kuat di Indonesia (dan yang di Karimunjawa masih bisa dapat sinyal 3G) di sini menyerah, sinyal SOS pun tidak ada :D. But that’s not even a problem, in fact it’s a plus! 😀

…dan memandang ombak di lautan yang kian menepi….

Sand, Sun, Secluded…Serenity

Karang kecil dengan pulau kelapa di depan itu namanya Bikini Bottom 😀 sungguh!

Satu dari sekian dikit (banget) foto kita berdua, courtesy of Kang Tatang. Punten kang, nyomot ti facebook KiluanDolphin =D

With the view like that, who would care about phone signal??!! Ya paling sebel karena gak bisa live tweet sambil pamer2 foto sih (sebel ga bisa bikin iri follower #eeeeaaaa)

Siang itu pondok sepi karena tamu-tamu yang lain masih menikmati Kiluan dari berbagai sudut yang lain, makan siang disambung snorkeling. Di sini snorkeling gak perlu jauh ke tengah laut, cukup di depan pondok dengan laut yang tidak terlalu dalam pemandangan bawah lautnya sudah bagus, walaupun menurut Kang Tatang sudah ada yang rusak karena bom ikan. Tapi konon di bikini bottom seberang itu tempat berkumpulnya koral dan ikan2 cantik, besok kita kesana!

Sempat agak mati gaya karena bingung mau ngapain lagi, akhirnya saya naik ke semacam saung gitu yang langsung nyambung dengan dermaga, sholat di sini sambil mendengar ombak dan menghadap ke laut….priceless :’)

Dari tepi dermaga…

Melvi memilih untuk ikut Kang Tatang menombak ikan, untuk makan malam 😀

Semakin sore, pondok semakin ramai, yeay! Tamu-tamu lain berdatangan dengan berbagai macam ceritanya soal Karang Pegadung, dolphin hunting, dan air terjun yang sayangnya gagal dicapai hari itu karena medannya yang berat. SKSD dimulai dan eh ketemu juga dengan salah seorang kaskuser yang sempat membalas ‘iklan’ saya :D. Si mas itu ikut rombongan fotografer yang sudah sampai sehari sebelumnya. Ada yang dari Jakarta, Bekasi, Bengkulu, Balikpapan, dan 1 bule dari Amerika – Dora. Yang paling saya ingat dari Dora adalah ceritanya tentang perjalanannya ke air terjun:

“Nobody told us that it takes a professional gear to reach that waterfall. Seriously you need rope, hooks and good shoes. You won’t go there with that sandal, don’t you? or for better don’t go there. I definitely enjoyed the ride to Pegadung, but to the waterfall…..though I deeply wanted it, I just couldn’t, we gave up” 

😀 Jiper juga dengernya, but let’s just seize the present since tomorrow is still far away (terjemahan: to waterfall or not to waterfall kumaha mood besok lah)

Menjelang senja, kami menyeberang ke Pulau Kelapa yang berhadapan langsung dengan pondok. Rombongan kami sekitar 12 orang oh tapi tenang, tidak naik jukung tapi naik kapal lain yang lebih besar.

Pondok – Pulau Kelapa hanya sekitar 10 menit, di Pulau ini terlihat beberapa tenda, tapi sepertinyanya jauh lebih terawat tenda-tenda kami di seberang :D. Niat awal kesini adalah minum air kelapa sambil melihat sunset dari balik pulau, tapi gak ada yang bisa manjat pohon dan cuaca agak mendung jadi duduk santai saja lah kayak di pantai. Tuker2an cerita sama teman2 baru, Inay yang hari itu entah kena kutuk apa, dari mulai Damri telat, sendal putus sampai BB dan kamera nyemplung di sungai berikut pemiliknya :D, cerita tentang Karimunjawa ‘dibarter’ dengan cerita tentang Wakatobi :).

Our Fellow Kiluan Traveler. Hasil karya kang Tatang juga, sumber: Facebook Kiluan Dolphin 😀

Sampai matahari benar-benar tenggelam kali bermain di sini, kembali ke Pondok disambut api unggun yang mulai dinyalakan, tamu2 yang mulai berkumpul di sekitarnya, dan makan malam yang masih dalam persiapan. Menu utama malam itu adalah ikan Paledang yang guede dan panjangnya hampir 1 meter, ikan tongkol dan beberapa jenis ikan lain hasil tangkapan sendiri. Tapi saya terlalu capek dan agak pening sampai2 gak lapar dan memilih untuk langsung masuk ke tenda dan tidur setelah mandi. Jadwal kami untuk besok adalah ke Karang Pegadung, Air Terjun, dan Laguna, full day trekking yang sepertinya, so enjoy the dinner Mel, let me just call it a day and wait for you at the  tent.

…..to be continued…..

PS: Menurut Melvi, ikan Paledangnya enak banget dan cepat sekali habisnya 😀 (PPS: Buat Melvi hanya ada makanan yang enak dan enak sekali. haha)

 
 

Kiluan Part I!: Kegalauan Menuju Kiluan

Setelah hampir setahun puasa mantai setelah ‘ibadah’ terakhir di Karimunjawa (dan banyaaaaak rencana mantai yang gagal 😀 *memandang galau ke Ujung Kulon, Gunung Kidul, dan Ranca Buaya) akhirnya ditetapkan ‘buka puasa’ akan dilaksanakan di Teluk Kiluan – Lampung pada hari yang amat sangat baik yaitu loooong weekend 17 – 20  Mei 2012.

Kenapa Kiluan? penasaran mau liat lumba-lumba menari di laut lepas dan karena belum banyak orang yang tahu tempat itu ada :D. Ibu saya sempat beberapa tahun tinggal di Lampung tapi belum pernah dengar ada tempat yang namanya Kiluan, begitu juga dengan suami dari sepupu yang asli orang Lampung *sigh*. Saya pencinta pantai tapi gak suka pantai yang sudah banyak dikelilingi resort dan ramai, karena buat saya yang bikin selalu pengen ‘pulang’ ke pantai adalah suasana yang sepi, pasir putih yang halus dan nyaman buat tidur2an sambil dengerin orkestra alam yang disajikan oleh ombak, atau menikmati pameran lukisan Tuhan pas sunrise dan sunset 🙂 *tsaaaaah*. Lagipula ada rasa kepuasan tersendiri gitu kalau ada orang yang nanya “mau jalan ke mana lo mbar?” dan gw menjawab dengan “pantai A!” dan dengan tampang yang bingung si penanya akan membalas dengan “hah?! dimana tuh?! hihihihihi *evil laugh* yes when talking about beach I’m antisocial and antimainstream that way!!

Jadi sebenarnya dimana sih Kiluan itu?? Teluk Kiluan ada di ujung selatan Pulau Sumatera, tepatnya di Kabupaten Tanggamus, sekitar 3 jam dari Bandar Lampung. Dari Jakarta, rute yang umumnya ditempuh adalah Pelabuhan Merak – Bakauheni – Bandar Lampung – Teluk Kiluan, dengan total waktu tempuh kurang lebih 12 jam (Jakarta start dari Gambir).  Objek wisata yang tersohor disana adalah aksi dancing dolphin di laut lepas. Iya, di Indonesia saya pernah baca ada beberapa tempat yang juga menawarkan aksi lumba-lumba, seperti misalnya di Lovina – Bali (waktu kesana sih saya ga ketemu lumba lumba tuh :(), Karimunjawa (sempat liat 1-2 melintas tapi gak loncat waktu lagi hopping island), Pulau Weh-Sabang (ha! next! on plan already!), Bunaken (setelah kelar explore Indonesia Barat lah), Pulau Morotai – Halmahera (glek. *ngitung celengan*), Teluk Cendrawasih – Papua (siapa yang mau ngepet? gw jaga lilin, keuntungan bagi 2!), dan lain-lain, tapi konon kawanan lumba-lumba di Teluk Kiluan itu yang terbesar di Asia dan bahkan di dunia!

Kiluan di mata mbah Google Map

Singkat cerita, disusun lah rencana, dimulai dengan menghubungi travelmates yang tahun lalu berbagi suka dan duka 6 jam di dek mobil KM. Muria, tapi ternyata Wisnu sudah punya rencana lain yaitu mudik sekalian mengejar matahari di pantai Klayar – Pacitan, sementara Dayu… dia sudah memiliki travelmate baru dan meninggalkan saya yang jauh lebih asyik 😦 *disini drama dimulai*  memilih ngadem ke Bromo :(. Tersisalah Melvi seorang *hiks*, dan disini lah masalah pertama dimulai… 😀

Karena sepertinya jalan2 di Kiluan agak2 ribet kalau dijalani secara swakelola, alias tanpa bantuan dari tour/travel maka tahap perencanaan dimulai dari berkonsultasi dengan mbah Google tentang tour ke Kiluan yang oke. Dapat beberapa, tapi kebanyakan mensyaratkan kuota minimal 5 orang demi efisiensi. Dimulailah gerilya pemenuhan kuota dengan strategi menghasut teman2 (gagal dengan berbagai alasan), mencari rombongan yang mau ke Kiluan pada tanggal yang sama (nihil loooh, serius!), sampai pasang iklan mencari teman jalan di Kaskus 😀

WANTED!!!

Setelah selama ini cuma jadi silent reader, akhirnya nyemplung beneran dalam dunia per-agan-an ini, dan ternyata ga sia-sia! Ada 7 orang yang menghubungi saya, tapi akhirnya semuanya pun gagal! Ada yang mundur setelah saya terangkan kondisi Kiluan yang masih minim fasilitas, tapi kebanyakan mundur karena jadwalnya yang agak abnormal XD. Idealnya liburan ke Kiluan pada long weekend kemarin start dari tanggal 16 malam jadi hari minggu tanggal 20 sudah sampai lagi di Jakarta. Nah, saya teh keukeh berangkat tanggal 17 malam karena Melvi harus gereja dulu paginya tapi tetap mau menikmati Kiluan semaksimal mungkin jadi tanggal 20 malam baru bertolak dari Bandar Lampung. Lagi-lagi belum bisa cuti, jadi iya dooonk Senin pagi a.k.a tanggal 21nya langsung ngantor setelah setengah hari di jalan *pengsan*. Iya sih bisa naik pesawat yang baru aja nempelin pantat udah sampai di Jakarta, tapi berhubung kami backpacker kelas kerehore musim liburan, tiket pesawat naik hingga 2 kali lipat! yang sebenarnya sih bisa aja dapat harga normal kalau kami ga kebanyakan galau mutusin mau pulang naik apa. Di tengah kegalauan terancam gagal ke Kiluan, bertemulah saya dengan akun @KiluanDolphin yang menawarkan berbagai paket wisata di Kiluan dan yang penting TANPA KUOTA!!! *sembah twitter* *menari hula-hula*, cukup dengan beberapa DM akhirnya deal!

Dan inilah itinerary singkat kami:

17 – 18 Mei 2012

20.00 : Ketemu di Stasiun Gambir.

21.00 – 05.00 : Perjalanan Gambir – Merak – Bakauheni – Bandar Lampung

06.00 : Dijemput tur di Stasiun Tanjung Karang Bandar Lampung

06.00 – 09.00 : Perjalanan ke Kiluan.

=====Lalu menghilang dari dunia (baca: jangkauan sinyal HP) selama 2 hari====

20 – 21 Mei 2012

12.00: Hei, apa kabar? kangen dengan kami? (Baca: Keluar dari Kiluan, kembali dapat sinyal)

15.00 – bosen 21.00 : Jalan2 sekitar Bandar Lampung sambil nunggu Damri berangkat

22.00 – 06.00 : Perjalanan kembali ke Jakarta

06.00 : Kembalikan saya ke pantai Tuhaaaaaaaannnnn (Baca : sampai di Jakarta)

08.00 : Wonderwoman (iya saya) sudah duduk manis di kantor. Mandi dimana? ah kumaha ntar!

Cakep kan? oh ya pastinya!!!….kalau berjalan dengan baik dan benar sesuai rencana 😀 tapi juga bukan liburan namanya kalau berlangsung tanpa kejutan 😀

….to be continued….

Kiluan Part II!: Tanjakan, Turunan, Kelokan menuju Kiluan

Intermezzo: monggo dinikmati ‘oleh-oleh’ Wisnu dari long weekend-annya kemarin di Pacitan : Nhoe SlidecographyAnother dangerously beautiful corner of Indonesia! ❤

“Perlu seumur hidup untuk menjelajahi Indonesia, mungkin dua kali umur hidup” — pernah baca entah dimana, lupa.

 

BAAAAAACCK… With #NoComplaintWeek Season 2!!

Gosh, it’s been exactly 4 months since my last post here!!

Selamat Tahun Baru!!

Selamat Menempuh pekerjaan baru!!

Selamat….errr…beberapa hal baru lainnya!! 😀

Yap! that’s a (super quick) recap of these 4 months.. Ga usahlah yah saya cerita ambisi ujug2 apply beasiswa yang batal karena ga sempat submit hasil TOEFL sampai batas akhir pendaftaran, tapi udah terlanjur belajar buat nulis essay sehingga malah mengantarkan saya ke kantor yang sekarang, juga proses ‘perceraian’ dari kantor lama yang dipenuhi drama namun tanpa harta gono-gini (katanya gak mau cerita, lha ini apa?).

Terus juga sudah setahun lebih dari tantangan #NoComplaintWeek dari Om Piring ini, ternyata ada sekuelnya!! (Menganggap diri) sukses di #NoComplaintWeek season I, ya kenapa nggak gitu coba ikutan lagi sekarang?! Iya, hitung2 paksaan alasan untuk mulai memanggil ambareetabercerita kembali ke bumi menggantikan ambareetayanggiatbahkancenderunggilabekerja =D

“Ah gampang! kan udah pernah!” well, I don’t think so =).

As I said implicitly before, sudah 3 bulan ini resmi menjadi pekerja di salah satu pusat kemacetan Bumi (sebut saja dia Rasuna Said), dimana untuk pergi/pulang ke/dari sana harus melewati pusat kemacetan Pluto (sebut saja dia Cipulir) (ya pastinya lah Jakarta dan Ciledug itu berada di tata surya yang berbeda!!). Kalau yang di kantor sebelumnya bisa jam 7 berangkat dari rumah, sekarang kalau jam 7 baru sampai di Pusat Pengisian Bahan Bakar Pesawat Ulang Alik NASA (atau sering disebut juga Blok M) maka dipastikan telat. Kalau dulu ada #BaladaRelNista, kemacetan yang saya hadapi setiap hari sekarang lakonnya sebut saja #MungkinBeginilahSaatAkhirDunia. Coba ingat2 film2 tentang ancaman kiamat, macam Deep Impact atau 2012, pasti ada adegan mobil2 berbaris di jalan berusaha menyelamatkan diri ke kota terdekat (yakali kiamat kejadiannya parsial O_o). Nah! di pusat kemacetan Bumi dan Pluto tadi kiamat terjadi tiap hari! adegan tersebut kejadian tiap hari!…dan itulah sumber penyumbang utama devisa komplainan harian saya.  Belum lagi sistem kerja yang jauuuuuuuhhhhh berbeda, di sini saya dituntut untuk menumbuhkan etos kerja birokreasi demi menghadapi birokrasi. Ribet? ya menurut ngana?!

Jadi boleh lah saya menganggap tahun ini saya memulai hidup baru (yang masih belum ditandai dengan pelaminan *halah*) dan ibarat printer, kalau masih baru perlu di align dengan catridgenya biar hasil cetakannya lurus (eh iya gak sih biar lurus?). Jadi saya sekarang sedang men-align printer, alias mindset saya, dengan catridge-nya disini adalah kesadaran penuh akan kondisi terkini dan komitmen untuk menghadapinya tidak terlalu banyak mengeluh untuk hal yang sepele, sehingga output ‘cetakan’ berupa pemikiran juga attitude saya bisa lurus dan bagus. (Sumpah saya juga bingung kenapa pake pengandaiannya printer dah, kalau agak2 ngaco ya maaf… terlanjur)

So, let the #NoComplaintWeek Season 2 Begin! *gunting pita*

NB: Dear BBC, #NoComplaintWeek aja udah ada season 2 biarpun jaraknya setahun… Sherlock 3 kapaaaannnn?????

Sincerely

Ambareeta — yang sedang kasmaran dengan Benedict Cumberbatch

..You being all mysterious with your cheekbones and turning your collar up so you look cool..

 
Leave a comment

Posted by on March 12, 2012 in No Complaint Week, Season 2

 

11 Minutes on 11.11.11

I’ve realized that sometimes you get no second chance and that it’s best to accept the gifts the world offers you.
If I must be faithful to someone or something, then I have, first of all, to be faithful to myself.
The little experience of life I’ve had has taught me that no one owns anything, and that applies to material as well as spiritual things.
Anyone who has lost something they thought was theirs forever (as has happenend often enough to me already) finally comes to realize that nothing really belongs to them.
And if nothing belongs to me, then there’s no point wasting my time looking after things that aren’t mine.
It’s best to live as if today were the first (or last) day of my life.

-Quoted from Eleven Minutes by Paulo Coelho-

I feel you Maria..

Ambareeta

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
Leave a comment

Posted by on November 11, 2011 in Daily A to Z

 

Another Little Something Something

Him : This is the stupidest yet sweetest thing a human being ever done to me.

Me : Is it? Then what you call all things your mother has done to you that you’ve returned them all by risking your neck up here, didn’t pick up her phone and else??!

Him: She ain’t a human being, she’s an angel.. And all those risking neck thingy you said, that what made me don’t deserve the honor of being taken care by 2 angels altogether.

..And that was the sweetest thing a (stupid) human being ever said to me..

(Yogyakarta, setahun kemarin..)
A journey of 2 souls… To the end of a long road..
..A turning point for both.
Hey boy, you’re right.. doa2 kita diantara cengangas cengenges nahan nangis dengan backsound takbir thn lalu hampir semua sudah dikabulkan.. Atau sudah di jalan menuju kenyataan..
Amien..

Ambareeta

Posted with WordPress for BlackBerry.

 
Leave a comment

Posted by on November 6, 2011 in Daily A to Z

 
Quote

Like Axl says:
So never mind the darkness, we still can find a way. ‘Cause nothin’ lasts forever, even cold November rain..

..Or bloody October pain.

And Enya knows better that:
Who can say where the road goes, where the day flows, only time..

Dear November,

I restrain myself from hoping that you would be sweet, but I consider it’s not too much if I wish you wouldn’t be raining so hard -(er).

So here’s, have some Felix Felicis dear, then shout the spell out..
ACCIO HAPPINESS!!

Ambareeta

Posted with WordPress for BlackBerry.

Dear November, pretty please..

 
Leave a comment

Posted by on November 1, 2011 in Daily A to Z

 

Ini New 7 Wonder (7 Keheranan Baru)-ku, Apa 7 Wonder-mu???

31 Oktober 2011

Di penghujung bulan Oktober 2011 yang ga asik2 amat ini, saya pikir ga berlebihan donk ya bila berharap hari ini akan baik2 saja. Ya elah Tuhan, hari iniiiii aja.. Jangan ada drama diantara kita, akhiri lah dengan indah… Besok2 boleh lanjut deh… errr… walaupun sebenarnya lebih milih kalau ceritanya ganti genre jadi komedi, atau komedi romantis… Ga nolak lho Tuhan kalau tiba-tiba ternyata saya satu pesawat sama Michael Buble, lalu dia menggunakan suara indah yang Kau anugerahkan padanya untuk mengucapkan kalimat berikut:

“Good afternoon everyone, we’re flying at 26000 feet moving up to 30000 feet and we’ve got clear skies all the way to Las Vegas. And right now we’re bringing you some in-flight entertainment. One of our first class passengers would like to sing you a song inspired by one of our couch passenger. And seeming as we let our first class passengers do pretty much whatever they want, here he is.. 

Terus *JRENGGG!!!* muncullah pria berjas putih dan bergitar, yang kebetulan ada di pesawat itu untuk mencegah saya melakukan hal yang paling bodoh seumur hidup yaitu menikah dengan orang yang ga saya cintai. Lalu dengan suaranya yang pastinya ga semerdu Bang Buble tapi saya ga akan keberatan, dia nyanyi buat saya, “…I could be the man, who grows old with you….” =’). Mungkin itu lah alasan setulusnya kenapa saya selalu tergila-gila dengan pria bergitar ya Tuhan? Ya bayangin aja kalo Cello, Drum, atau Piano itu gimana cara masukin ke kabinnya coba???!!

(Oke Ambar Shut the F***** Up buruan lo mau cerita apaan???!!! Dan buang itu DVD Wedding Singer yang udah bocel-bocel kabanyakan diputer!!)

Okeh, jadi permintaan saya pada Tuhan supaya hari ini menjadi hari yang drama (and absurd)-free, ternyata ditolak mentah-mentah. Berawal dari bangun tidur saya disambut oleh tidak hanya 1 atau 2 tapi 3 onggok BM!! Yang isinya sama “Vote Komodo sebagai New7Wonder”, terus juga tiba2 TL rame dengan topik yang sama. Saking ramenya itu Komodo berkeliaran di twitter sehingga that so-called-president merasa perlu melepaskan senjata pamungkas untuk mengalihkan isu dengan bertitah:

“Release The Kraken…eh wait!! It’s not scary enough. Release My 4th Album!!!”

DUAAAAAARRRRRR

Yeah, hari yang cukup absurd so far buat saya, jadi saya rasa ini saatnya untuk membuat… *drum rolling*…

New 7 Wonder (7 Keheranan / Pertanyaan Baru) versi Ambareeta:

1)….

If there were such thing as New 7 Wonder, why twitter hasn’t been on the list of nominees????

Twitter is like a Renaissance in means of communication. Secara pribadi saya menetapkan Twitter sebagai Keajaiban Dunia utama selama 5 tahun belakangan ini, dan menganugerahkan kepada Jack Dorsey, Evan Williams, dan entah siapa 2 orang lagi pendiri Twitter yang saya lupa, Nobel di bidang kemanusiaan karena telah mengangkat satu anak manusia (baca: saya) dari lembah kebodohan. *hug @jack and @ev

2)….

Why that people keep voting and asking others to vote for Komodo as New7Wonder for Heaven sake??????!!!!

Yeah, saya juga dulu juga sempat terjebak dalam kebodohan yang sama, apalagi Taman Nasional Pulau Komodo, dengan Pink Beach dan keindahan bawah lautnya, itu memang termasuk dalam salah satu impian liburan saya. Tapi itu duluuuu… waktu saya masih (sedikit lebih) bodoh, waktu gaungnya belum sekencang sekarang, vote juga masih cuma bisa lewat email, DAN NGACONYA JUGA BELUM SEPARAH SEKARANG!! Salah satu BM yang saya dapat ada yang bilang Komodo dengan vote sekian persen kalah sedikit dengan jagoan dari dari Malaysia: Kadal Air. MANA ADA KADAL AIR MASUK KEAJAIBAN HAH??!! I thought they were joking but sadly not -____-“ They don’t even F***** care to open that new7wonder’s site and find out who are The Nominees. See, pembuat BM itu tahu banget kalau untuk memprovokasi dan membuat orang Indonesia (yes I’m a Canadian, kebetulan aja tinggal disini dan bisa berbicara Bahasa Indonesia dengan baik dan benar *mabok daun Maple*) mendadak cinta negara cukup dengan masukkan password “Malaysia”.

Oke, secara singkat promo Pulau Komodo sebagai keajaiban dunia itu cuma akal2an dari organisasi penyelenggaranya – yang sebenarnya cuma organisasi kecil di Swiss, ga ada hubungannya dengan UNESCO atau organisasi resmi lainnya yang concern terhadap konservasi situs warisan budaya – dengan tujuan profit taking dan lebih parah, pembodohan massal. Iya, tau kok Pak Jusuf Kalla yang saya idolakan ikut mendukung program kampanye ini, so what? I restrain myself from narrow fanaticism. I’m still amazed by him in so many ways, and otherwise on some others.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di blognya mas Priyadi ini yang amat sangat lengkap membahas soal kontroversi New7Wonder ini

http://priyadi.net/archives/2011/10/30/faq-tentang-new7wonders/

Nah, dari mana saya tahu link tersebut? Silahkan kembali ke point pertama New7Wonder versi Ambareeta

3)…..

Kenapa tidak SBY saja yang ditetapkan sebagai New 7 Wonder?

Saya sudah berkonsultasi dengan mbah Google, dan menurut penerawangan dia, ga ada tuh Presiden (lain) yang bisa punya album sampai 4!! Apalagi yang menaruh lagu ciptaannya di acara-acara dan website kenegaraan resmi. JUGA DI SEA GAMES yang kalo Sangkuriang dan Bandung Bondowoso ga turun tangan ga akan selesai itu venue! *update*. Sementara Komodo di Kebun Binatang Los Angeles aja ada loh… *laaah*

4)….

Apakah benar kecurigaan saya bahwa SBY sudah membaca bukunya Rene Suhardono?

Salah satu buku favorit saya ‘Your Job is Not Your Career’, di situ ditulis bahwa pekerjaan (Job) hanyalah atribut atau sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memperoleh pencapaian diri, sementara career itu lah passion pribadi, yang membuat hidup bermakna dan bahagia

Dengan ini saya berhipotesa bahwa SBY at least sudah 19 kali khataman buku itu sehingga dia menyadari sepenuhnya bahwa dibalik pekerjaannya sebagai (orang yang terus menerus bimbang dan hanya bisa prihatin tapi katanya sih) Presiden, deep inside dia ingin (berpikir dirinyaa pantas) ber-career sebagai Pesinden.

*PS: Biar lebih jelas tolong yang dicoret itu dibaca*

5)…

Terkait dengan wonder ke-4, can please somebody ensure SBY to quit his job and pursue his passion??

Coach Rene bilang, you’re not define by your job! Have a gut to pursue your passion. Ada pula mas @nukman yang ‘ngetop’ dengan #wiRABUsaha – nya, berani ‘bakar kapal’ untuk mengejar job yang sesuai passion (career yang diidamkan). So, dear God we need such a conspiracy so that Coach Rene and mas Nukman can assure SBY to abandon (don’t need to burn) the ship, hugely please..

Here’s the deal mister Beye, leave your job then you can sell your CD on that fast food stalls. Don’t u know that the only reason they haven’t sold your CD is because junk food and junk president altogether is waaaaaay too much??!! It’s a Win Win Solution yes?!!

6)….

Bila menjadi musisi benar-benar passion dari pak Beye, kenapa gak sekalian aja keluarin KEPRES bahwa seluruh WNI wajib beli album dia dan setel tiap hari????!!! (inspired by @DianOnno)

Yes! Sekalian! Sehingga kita punya alasan yang kuat untuk melayangkan class action atas tindakan tidak menyenangkan, kekerasan terhadap mental, polusi suara, terorisme, pencemaran kewarasan, whatever!

7)…

Apakah SBY jelmaan Narcissus??

Tau kan Narcissus yang dalam mitologi Yunani adalah orang yang jatuh cinta pada bayangan wajahnya sendiri di sungai. Karena ga sanggup move on, akhirnya lama-lama Narcissus…..ah sudahlah. Nah, so somebody, can you please bring Mr. Beye to a venue with a hella great acoustic system, play his songs then leave him all by himself! Biarkan dia mengagumi karyanya sendiri sampai akhirnya…..ah sudahlah.

Sekian!

*brb* *belajar Ilmu ngeles dari Paspampres ke Pak Nyoman Minta*

Ambareeta <<< yang lagi bete, bosen, ngantuk, mau nulis apa malah jadinya apa, dan in the mood of ambiguous sarcasm!

PS: F***** stands for Flower, ini adalah blog yang sopan dan bermartabat jadi jangan harap bisa menemukan cacian disini. (yeah it’s sarcasm) (laaah dijelasin)

 
Leave a comment

Posted by on October 31, 2011 in Blablablayadayada, Daily A to Z

 

Dear Self… Please Remember

Ya Allah, mudah-mudahan ini sederhana, tetapkan pikiran kami selalu melangit dengan hati kami yang terus membumi.

– @pidibaiq-

Amien..

Sekedar lifetime self-reminder.

Dipersembahkan untuk seseorang yang kesombongannya membuat saya ingin mengepel kantor dengan air dicampur tanah.

Ambareeta

 
2 Comments

Posted by on October 26, 2011 in Daily A to Z